Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Pasuruan Kejar Target PAD Tiga Destinasi Unggulan

M
Penulis: Muhamad Busthomi❯
MEMIKAT: Kawasan penanjakan Gunung Bromo yang menyajikan daya tarik wisata kelas dunia. Selain kawasan Gunung Bromo, Pemkab Pasuruan mengandalkan PAD wisata dari Banyubiru dan Ranu Grati.
MEMIKAT: Kawasan penanjakan Gunung Bromo yang menyajikan daya tarik wisata kelas dunia. Selain kawasan Gunung Bromo, Pemkab Pasuruan mengandalkan PAD wisata dari Banyubiru dan Ranu Grati.

BANGIL, Radar Bromo - Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan tancap gas mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Pasalnya, hingga akhir tahun, baru 86 persen target tergapai.


Advertisement

Target PAD wisata, memang naik signifikan. Dari yang semula Rp 500 juta menjadi Rp 700 juta.

Kenaikan ini membuat dinas terkait, harus menyiapkan strategi baru agar pemasukan wisata kian moncer.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa mengatakan, hingga saat ini, capaian PAD sudah menembus 86 persen.

Advertisement

Angka itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa sektor wisata masih menyimpan potensi besar untuk mendongkrak pendapatan daerah.

“Kami melakukan pembenahan menyeluruh mulai dari pengawasan, tata kelola tiket, sampai penguatan SDM di lapangan. Target PAD harus tercapai, dan kami bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Meski Kabupaten Pasuruan punya banyak lokasi wisata, hanya tiga destinasi yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.

Advertisement

Yakni Banyu Biru, Ranu Grati, dan kawasan wisata Bromo. Dari ketiganya, Banyu Biru menjadi primadona dan penyumbang PAD terbesar.

Agus menyebut, Banyu Biru kini menjadi contoh keberhasilan penataan. Pengawasan tiket diperketat, pengawas dirotasi, dan sistem monitoring dibuat lebih transparan.

“Kami menertibkan pengawas dan menerapkan sistem rotasi agar tidak ada celah. Hasilnya langsung terlihat,” tegas Agus.

Dampak perombakan internal terasa nyata. Pemasukan dari wisata Banyu Biru melejit hingga 200 persen.

Pada 2024, PAD dari Banyu Biru hanya sekitar Rp 64 juta. Namun hingga Oktober tahun ini, angkanya sudah menembus Rp120 juta.

Menurut Agus, lompatan itu terjadi karena pengelolaan lapangan jauh lebih rapi, petugas bekerja lebih profesional, dan tata kelola keuangan lebih mudah diawasi.

Perombakan ini bukan sekadar rotasi biasa. Pihaknya ingin, seluruh pegawai bekerja dengan standar yang lebih tinggi dan punya tanggung jawab jelas.

Dengan waktu yang kian mepet menuju akhir tahun, Agus tetap optimistis target PAD 2025 tercapai.

Ia meyakini pembenahan struktural dan pengawasan yang lebih disiplin akan memperkuat pondasi pengelolaan wisata ke depan.

“Kami sudah on track. Kalau ritme ini terus terjaga, target Rp 700 juta bukan hal yang mustahil,” tandasnya. (tom/one)

Advertisement

Artikel Terkait

Baru 4000 Ekor Ternak yang Dipotong di RPH Kabupaten Probolinggo

Baru 4000 Ekor Ternak yang Dipotong di RPH Kabupaten Probolinggo

Pemotongan hewan di RPH sejatinya tidak bisa diprediksi. Pasalnya ada beberapa faktor yang membuat pemotongan hewan di RPH minim. Seperti t

Target Rumah Potong Hewan di Kota Probolinggo Terancam Meleset

Target Rumah Potong Hewan di Kota Probolinggo Terancam Meleset

UPT RPH Kota Probolinggo masih berupaya mengoptimalkan penerimaan retribusi pada tiga bulan terakhir tahun ini. Namun, dengan sisa waktu yan

Realisasi PAD Sampah dan Pengelolaan Parkir Tempat Khusus di Kota Pasuruan Tembus Rp 1,25 Miliar

Realisasi PAD Sampah dan Pengelolaan Parkir Tempat Khusus di Kota Pasuruan Tembus Rp 1,25 Miliar

Dengan capaian per akhir Agustus sebesar Rp 1,25 miliar tersebut, akumulasi pendapatan DLHKP kini sudah menyentuh kisaran 66 persen dari pa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer