Assalamu’alaikum WR. WB.
Banyak muslim yang hanya membaca Alquran saat Ramadan. Juga sekadar membaca, tanpa mengetahui atau mencari pemahamannya. Seperti apa pahalanya?
AGUSTIN, Probolinggo
Wasssalamu’alaikum WR. WB.
AMAT bagus jika kita memperbanyak membaca Alquran selama Ramadan, karena memang kuat anjuran agama untuk membacanya. Sampai dikatakan bahwa Ramadan Syahrul Qur'an (Ramadan adalan bulan diturukannya Alquran).
Ada rahasia tersendiri dalam ibadah membaca Alquran. Disebutkan bahwa qoriul qur'an munaajin lirobbihi (orang baca Alquran itu adalah orang yang sedang bermunajat atau berdialog dengan Tuhannya).
Maka, para ulama zaman dahulu tidak berani memanggil atau menyuruh santri atau muridnya jika dalam keadaan sedang membaca Alquran. Mereka mengatakan “Aku tidak mau memutus hubungan dia dengan Tuhannya.”
Membaca Alquran itu istimewa. Tetap diberi pahala, baik faham atau tidak terhadap makna dari kandungannya. Karena, Alquran itu Al-Muta'abbad Bitilaawati. Yakni, membacanya bagian dari ibadah.
Hanya saja beda kalau kita membacanya dengan mengerti kandungannya. Apalagi membaca sambil tadabbur, angen angen sak maknane, tentu akan lebih dahsyat lagi sebagai obatnya hati. Karenanya, jika dibarengi dengan belajar memahahi kandungannya, jauh akan lebih istimewa lagi.
Dengan memperbanyak membaca Alquran dalam Ramadan, diharapkan bisa berlanjut istiqomah membacanya pada bulan-bulan berikutnya. Karena Ramadan juga dikatakan sebagai bulan latihan, bulan pendidikan, dan bulan pendekatan. Semoga lebih baik, insya Allah. (*)
Editor : Ronald Fernando