Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puasa tanpa Sahur? Ini Penjelasan Nun Oong

Jawanto Arifin • Minggu, 9 April 2023 | 21:00 WIB
Photo
Photo
Bagaimana bila berpuasa Ramadan tanpa sahur, apakah akan mengurangi pahala puasa? Apakah makan malam atau sebelum pukul 24.00, juga disebut sahur? Jam berapa batasan yang disebut mengakhiri sahur?

NURAGA, Mayangan

RASULULLAH SAW bersabda; “Bersahurlah karena sahur memiliki keberkahan." Hadis ini secara tegas mendorong umat muslim untuk melaksanakan sahur saat Ramadan. Sebab, di dalamnya ada keberkahan.

Menurut Imam Nawawi dalam kitab Syarah Sohih Muslim, keberkahan yang dimaksud pada hadis ini mencakup dua hal. Pertama, keberkahan berupa tenaga agar kuat melaksanakan puasa di siang hari. Kedua, keberkahan berupa semangat untuk memperbanyak berpuasa.

Dari hadis di atas para ulama menjelaskan, bahwa sahur bagi orang yang berpuasa hukumnya sunah. Waktunya dimulai dari tengah malam, sekitar pukul 24.00 sampai waktu Imsak.

Dalam kitab Al Um, Imam Syafi'i menjelaskan, jika seseorang sudah memasuki waktu imsak, sedangkan ia belum sahur, maka snah baginya untuk tidak sahur. Namun, apabila ia sahur pada waktu tersebut, puasanya tetap sah.

Imam Birmawi menjelaskan, bahwa kesunahan sahur bisa didapatkan jika seseorang tersebut membutuhkannya (lapar). Seandainya sudah kenyang, sebaiknya cukup meminum segelas air atau memakan sesuap nasi. Agar tetap mendapatkan pahala kesunahan sahur. Seperti disabdakan Rasulullah SAW., “Sahurlah walau hanya dengan seteguk air." Wallahu a'lam bisshowab. (*) Editor : Jawanto Arifin
#ponpes genggong #nun oong #tanya jawab Ramadan