Panitia Disiplin Panen Sanksi: Lekok United Diskualifikasi, Sanksi Perangkat Pertandingan-Pemain

Fandi Armanto • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 19:14 WIB
BERBUAH HUKUMAN: Laga antara Lekok United melawan Rembang United di Lapangan Mojoparon, Senin (14/9) lalu. Laga tersebut berakhir dengan aksi pemukulan oknum supporter kepada wasit. (Foto: Fajrul for Jawa Pos Radar Bromo)
BERBUAH HUKUMAN: Laga antara Lekok United melawan Rembang United di Lapangan Mojoparon, Senin (14/9) lalu. Laga tersebut berakhir dengan aksi pemukulan oknum supporter kepada wasit. (Foto: Fajrul for Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo-Tuntas sudah babak penyisihan Pasuruan Superleague Bupati Cup 2026. Hingga fase grup selesai, panitia disiplin (pandis) panen sanksi. Mulai dari diskualifikasi tim, sanksi terhadap pemain hingga sanksi terhadap perangkat pertandingan. Sanksi tersebut dikeluarkan karena mengacu para regulasi.

Sanksi paling berat yang dikeluarkan pandis adalah mendiskualifikasi Lekok United. Tim ini dinilai menyalahi regulasi karena ada aksi oknum supporter yang memukul dan menganiaya wasit. Kesalahan ini fatal dan mencederai turnamen.

“Langkah diskualifikasi ini kami ambil setelah ada sidang dan menghasilkan keputusan. Apapun alasannya, memukul perangkat pertandingan tidak dibenarkan,” beber Sugianto, ketua tim teknis yang juga menjadi pandis.

Bukan hanya pemukulan terhadap wasit. Oknum supporter Lekok United juga dinilai, sejak awal sudah melakukan tindakan tak sportif. Seperti melakukan pelemparan ke pemain, hingga merusak property pertandingan seperti e-board di lapangan hingga bendera corner.

Sugianto menyebut, pandis juga tidak hanya memberi sanksi tim Lekok United. Pandis juga mengeluarkan sanksi terhadap perangkat pertandingan yang memimpin laga Lekok United dan Rembang United. Pandis menilai ada kelalaian yang dilakukan perangkat pertandingan.

“Sehingga kami juga memberi sanksi yang keputusannya adalah, perangkat pertandingan yang memimpin laga Lekok United melawan Rembang United, tidak lagi diperkenankan memimpin turnamen Pasuruan Superleague,” beber Sugianto.

Bukan hanya itu saja. Pandis juga mengeluarkan sanksi terhadap pemain Pasrepan United yang dinilai melakukan pemukulan saat berlaga melawan SS Purwodadi. “Sanksinya adalah pelarangan pemain yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti turnamen Bupati Cup di tahun 2027. Sanksi-sanksi yang diberikan juga lebih berat jika pelanggaran berlanjut,” beber Sugianto.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan Agus Masjhady menambahkan, turnamen Pasuruan Superleague sejatinya digelar untuk mencari bibit pemain sepakbola.

Turnamen ini sudah disiapkan dengan regulasi yang harus ditaati semua tim hingga supporter.

“Sebagai dinas pengampu kegiatan ini, kami menyayangkan adanya pelanggaran yang berbuah sanksi. Termasuk sanksi diskualifikasi Lekok United.  Tentu ini menjadi pembelajaran agar supporter yang merupakan bagian dari sebuah tim sepakbola, untuk lebih dewasa,” beber Agus Masjhady.

Kadispora bilang, turnamen pun akan berlanjut ke babak knock out. Dia berharap semua tim yang lolos mentaati regulasi yang ada.

“Karena Pasuruan Superleague yang memperebutkan piala bupati, adalah turnamen yang digelar setiap tahun. Kami pun terus mengevaluasi turnamen ini agar benar-benar menghasilkan bibit pemain sepakbola handal,” beber Agus Masjhady. (fun)

Editor : Fandi Armanto
bupati cup 2026 Pasuruan Superleague Mas Rusdi turnamen sepakbola