PASURUAN, Radar Bromo-Ajang Bupati Cup 2026 Pasuruan Superleague bakal segera digelar. Turnamen sepakbola bergengsi yang dihelat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk meramaikan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 ini akan digeber awal September. Saat ini masing-masing manajer tim mulai hunting pemain terbaiknya.
Turnamen sepakbola yang saat ini menjadi tahun kedua jelas akan menyajikan laga-laga seru. Apalagi ada total hadiah Rp 250 juta yang akan diperebutkan.
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo mengatakan, Bupati Cup 2026 Pasuruan Superleague konsepnya berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di musim lalu setiap tim diperkenankan merekrut pemain bon-bonan, di tahun ini aturan tersebut diganti.
“Turnamen kali ini setiap tim harus menggunakan pemain asli dari kecamatan. Tidak boleh dari luar. Sebab kami ingin turnamen ini mencetak pemain handal,” kata Mas Rusdi saat ditemui tim Jawa Pos Radar Bromo di ruang kerjanya.
Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan itu meyakini, Bupati Cup 2026 Pasuruan Superlegue menjadi ajang yang banyak ditunggu. Selain menjadi hiburan, insan olahraga khususnya sepakbola tentu menjadikan ajang ini sebagai pemanasan karena saat ini kompetisi sepakbola belum dimulai.
Saat ini tahapan Bupati Cup adalah proses pendaftaran pemain. Sebelumnya, para manajer tim yang merupakan 24 camat di Kabupaten Pasuruan, sudah mengikuti manajer meeting. Semuanya antusias dan bersiap mengikuti turnamen ini.
Manajer meeting digelar Kamis (20/8) lalu di aula kantor Dinas Pemuda dan Olahraga. Dalam kesempatan itu, Dispora juga menghadirkan puluhan pelatih yang beberapa waktu lalu mengikuti pelatihan lisensi D.
Urun rembuk maupun saran terjadi saat sesi membahas regulasi. Mulai dari domisili pemain, usia hingga format pertandingan. Karena semua manajer jelas ingin bersaing dalam Bupati Cup 2026 Pasuruan Superleague.
Format turnamen ini juga berubah., Dari yang awalnya 25 tim, kini menjadi 24 tim. Ke 24 tim ini akan terbagi dalam 4 grup sehingga akan ada enam tim yang menghuni di tiap grup.
Empat grup juga akan digelar di venue berbeda. Masing-masing di Lapangan A Yani Grati untuk Grup A, Lapangan Ngadimulyo Sukorejo untuk Grup B, Lapangan Mojoparon Rembang untuk Grup C dan Lapangan Plumbon untuk Grup D.
Laga empat grup ini nantinya akan di drawing yang rencananya digelar Senin (24/8) mendatang. Sistem drawing ini memakai seeded. Sebuah mekanisme pengundian bagan turnamen di mana tim unggulan (seeded) dipisahkan posisinya yang penentuan posisinya didasarkan pada peringkat atau prestasi sebelumnya.
“Mekanisme seeded ini lumrah dan diperbolehkan di turnamen sepakbola. Penentuannya dari prestasi sebuah tim. Mekanisme ini juga dilakukan FIFA maupun PSSI agar jalannya turnamen berlangsung seru,” beber Subangkit, salah satu tim teknis Bupati Cup 2026 Pasuruan Superleague.
Di turnamen ini juga akan menerapkan hydration break. Sebuah aturan untuk rehat sejenak yang sudah diterapkan saat World Cup 2026 lalu.
“Aturan ini diterapkan setelah ada usulan manajer yang memintanya. Ini bagus karena memang cuaca saat ini panas dan istirahat sejenak untuk minum wajar,” terang Sugianto, panitia teknis lainnya.
Namun karena waktu tanding turnamen ini hanya 2x35 menit, maka waktu untuk hydration break hanya 3 menit di tiap babak. :Ini tidak mengurangi waktu normal pertandingan. Tujuannya satum untuk jeda sejenak,” beber Sugianto.
Di sisi lain, Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan Mohammad Agus Masjhady menuturkan, pihaknya totalitas mendukung ajang ini. Panitia sedang menyiapkan segala sesuatunya.
“Manajer tim juga sudah bersiap. Manajer kini juga punya banyak pilihan untuk merekrut pelatih, karena dari pelatihan yang digelar Dispora beberapa waktu lalu, kini semakin banyak pelatih berlisensi D,” beber Agus Masjhady.
Ajang Bupati Cup ini diyakini, juga akan menggerakkan roda perekonomian. Sebab venue pertandingan selalu dipenuhi penonton. “Namun tujuan utamanya jelas, mencetak pemain sepakbola handal. Karena turnamen ini menjunjung tinggi sportivitas. (fun)
Editor : Abdul Wahid