YOGYAKARTA, Radar Bromo - Pasuruan United sukses mengukir sejarah baru dalam kancah sepak bola nasional.
Tim berjuluk Laskar Santri Mbeling in,i berhasil keluar sebagai juara Liga 4 Piala Presiden, setelah menumbangkan Pesik Kuningan dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang berlangsung sengit di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Pertandingan penentu gelar juara ini, berjalan dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Pada babak pertama, kedua tim tampak bermain sangat hati-hati dan disiplin dalam menjaga pertahanan.
Alhasil, jual beli serangan yang terjadi belum mampu membongkar lini belakang masing-masing tim, membuat skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah drastis. Kedua kesebelasan mulai bermain lebih terbuka dan meningkatkan intensitas serangan.
Strategi saling serang ini sempat membuat penonton tegang, sebelum akhirnya kebuntuan pecah pada sepuluh menit terakhir menjelang bubar.
Gol semata wayang penentu kemenangan Pasuruan United tercipta pada menit ke-80 lewat aksi cerdik Racksa Surya Wijaya.
Memanfaatkan posisi penjaga gawang Pesik Kuningan yang telanjur maju meninggalkan sarangnya, Racksa melepaskan tendangan melambung akurat ke arah atas yang langsung merobek jala gawang lawan.
Pesik Kuningan mencoba merespons di sisa waktu yang ada, namun pertahanan kokoh Laskar Santri Mbeling, sukses mengamankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Skor 1-0 pun mengunci kemenangan bersejarah bagi Pasuruan United, yang untuk pertama kalinya berhasil mengangkat trofi Liga 4 Piala Presiden.
Keberhasilan membawa pulang trofi bergengsi ini, disambut rasa haru dan syukur oleh manajemen tim.
CEO Pasuruan United, Suryono Pane, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian luar biasa ini, karena timnya mampu mempersembahkan kado terindah bagi masyarakat Pasuruan.
"Alhamdulillah kita bisa menang. Kami bisa membawa pulang Piala Presiden untuk Pasuruan tercinta," ujar Suryono Pane dengan penuh rasa bangga usai laga. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin