PASURUAN, Radar Bromo - Pasuruan United memastikan diri melaju ke final Liga 4 Piala Presiden setelah memenangi duel adu penalti 5-4 (0-0) dari Persinga Ngawi. Di babak final yang kemungkinan digelar Sabtu (11/7) mendatang, Laskar Santri Mbeling akan menghadapi Pesik Kuningan. Tim yang pernah mereka taklukkan di babak 8 besar lalu.
Menghadapi klub berjuluk Laskar Ciremai, Ricko Hardiansyah tentu harus punya langkah. Laskar Santri Mbeling tentu wajib menang jika ingin dinobatkan menjadi juara Liga 4 Piala Presiden musim 2025-2026.
Di final nanti, pelatih Pasuruan Unitd Bio Paulin bisa menurunkan skuad terbaiknya. “Semua pemain inti bisa diturunkan karena tidak ada yang absen. Namun Pesik Kuningan tentu juga sama, karena di babak final ada pemutihan. Artinya, taka da yang kena akumulasi kartu,” beber Bio Paulin.
Berkaca dari laga sebelumnya, Bio menyebut, Pesik Kuningan adalah tim yang bagus. Tim besutan Dian Okta tersebut merata di semua lini. “Mereka juga bagus di lini tengah maupun depan. Ini yang perlu kami antisipasi,” beber legenda Persipura itu.
Di laga terakhir nanti, Bio Paulin beruntung pemainnya juga on fire. Tak ada yang cedera. Dia juga punya banyak pilihan untuk mengganti komposisi.
“Yang harus kami jaga adalah mental dan fisik. Setelah semifinal, kami mengisi hari-hari dengan latihan ringan ke gym. Kami yang sekarang masih berada di Jogjakarta berharap, final digelar di Jogjakarta,” beber Bio Paulin.
Sang kapten Ricko Hardiansyah juga senada. Dia menyebut, skuadrnya memang pernah menekuk Pesik Kuningan 2-0 di babak 8 besar lalu. Tapi di final, segalanya akan berubah. “Babak final itu kan akhir. Jelas lawan akan punya semangat dan motivasi besar,” beber Ricko Hardiansyah.
Striker bernomor punggung 9 mengatakan, dia ingin arek-arek Laskar Santri Mbeling tetap fokus di laga terakhir. Mereka harus menang demi memenangi laga dan membawa piala ke Kabupaten Pasuruan.
Namun Ricko menyebut, skuadra Pasuruan United punya semangat membara. Begitu juga jajaran pelatih dan ofisial yang begitu kompak sampak kompetisi ini berlangsung selama hampir 8 bulan.
Apakah motivasi ini juga karena ada pemberian bonus dari manajemen yang jika ditotal hampir menyentuh Rp 1,1 miliar? Ditanya soal itu, Ricko hanya tersenyum. “Jelas itu (bonus, red) juga. Bahkan kami merasa berdosa kepada manajemen jika tak bisa memenangi laga final. Manajemen terutama Bos Bayu sudah totalitas mendukung tim ini, dan kami harus feed back dengan memberi kemenangam,” beber pria yang juga personel damkar itu. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid