PASURUAN, Radar Bromo-Pasuruan United sudah menjejak ke babak 8 besar Liga 4 Piala Presiden. Berkat kemenangan perdana di babak 16 besar atas Persepam Pamekasan membuat tim besutan Bio Paulin punya keuntungan. Namun dua laga sisa yang harus dilakoni Laskar Santri Mbeling tentu tidak mudah.
Selain lawan kuat menanti, fisik yang kelelahan menjadi tantangan bagi skuadra Pasuruan United. Betapa tidak. Selama mengarungi zona nasional di Liga 4 Piala Presiden, jeda antara babak sangat dekat.
Maksimal hanya 3 hari. Begitu juga dengan babak 8 besar. Rencananya bakal digelar 29 Juli, sedangkan laga terakhir Grup DD baru selesai Jumat (16/6).
Ini juga diakui Bio Paulin, pelatih Pasuruan United. Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Bio Paulin menyebut, selama melakoni zona nasional, fisik para pemainnya terkuras.
Terlebih ketika mereka harus away ke Jember saat babak 32 besar maupun ke Surakarta di babak 16 besar sekarang.
“Begitu tiba dari Jember, kami hanya punya waktu sehari setelah tiba. Selanjutnya berangkat menuju Surakarta,” beber Bio Paulin.
Beruntung, kata Bio Paulin, dia memiliki skuad yang selalu on fire. Dia juga memuji semangat anak asuhnya yang punya keinginan kuat untuk lolos dan naik kasta ke Liga Nusantara.
“Kami juga memiliki banyak pemain pelapis. Sehingga walau ada beberapa pemain yang cedera ataupun terkena akumulasi dan harus absen, alternatif tetap ada,” kata pria yang pernah menjadi bagian timnas Indonesia ini.
Rotasi pemain dan pergeseran taktik, menjadi kunci lain bagi Pasuruan United. Seperti saat laga terakhir melawan Persepam Pamekasan, Sabtu (20/6) lalu.
Saat itu Ricko Hardiansyah terkena sanksi akibat akumulasi kartu. Nama Racksa Surya Wijaya menjadi opsi di lini depan.
Hasilnya, Racksa cukup sukses saat tampil. Gaya bermainnya yang liar membuat pertahanan Persepam Pamekasan kewalahan.
Top skor di zona Jatim itu juga punya peran gol kedua Pasuruan United setelah memberi crossing, yang dituntaskan dengan gol oleh Fadillah Akbar di menit ke 51.
Selain itu yang punya andil dari skuad Pasuruan United adalah kokohnya lini pertahanan. Di barisan belakang, duet antara Saifullah dan Fran Adi, sangat efektif.
“Kami selalu menekankan agar jangan sampai kehilangan konsentrasi. Ini harus konsisten dilakukan,” beber Bio Paulin.
Jika ingin menggenggam tiket 8 besar, Ricko Hardiansyah CS punya dua skenario. Pertama, harus menang saat menghadapi Persipani Paniai yang saat ini menduduki daftar pemuncak klasemen Grup DD.
Sehingga di laga terakhir saat melawan Celebest FC, Laskar Santri Mbeling cukup meraih hasil seri. Dengan begitu Pasuruan United bisa menurunkan lapis kedua untuk menyimpan energi untuk menyambut 8 besar.
Skenario kedua, Pasuruan United boleh saja bermain seri saat menghadapi Persipani Paniai. Asalkan di laga lainnya yakni antara Persepam Pamekasan melawan Celebest FC, hasil akhirnya berkesudahan seri. Namun skenario kedua ini tentu riskan, karena bisa jadi Celebest FC meledak di laga terakhir.
Apapun skenarionya, Bio Paulin meminta agar arek-arek Laskar Santri Mbeling totalitas dan tak kendur di dua laga sisa.
“Kami tidak ingin ambil risiko. Lebih baik langsung menang dan menatak babak berikutnya,” beber Bio Paulin.
Untuk memacu para pemain, manajemen juga sudah menyiapkan jurus jitu yakni skema pemberian bonus. Bila tim menang dan lolos ke babak 8 besar, manajemen sudah menjanjikan Rp 80 juta. Bila Pasuruan United lolos ke 4 besar, manajemen menjanjikan bonus Rp 400 juta.
Bila sudah lolos ke 4 besar, maka Pasuruan United dipastikan akan naik kasta ke Liga Nusantara. Tak berhenti di situ. Bila Pasuruan United menduduki peringkat 1 sampai 4, manajemen menyiapkan bonus tambahan.
Termasuk salah satunya Rp 250 juta bila Pasuruan United mampu menjadi juara Liga 4 Piala Presiden musim 2025-2026. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid