BANGIL, Radar Bromo-Pasuruan United memastikan mengunci tiket babak 32 besar Liga 4 Piala Presiden. Ini setelah di laga terakhirnya, tim berjuluk Laskar Santri Mbeling berhasil menekuk Persigar Garut 1-0.
Kemenangan tipis itu sudah cukup bagi tim besutan Bio Paulin tersebut untuk kokoh di puncak klasemen Grup N dengan raihan total 7 poin. Hasil dua kali menang dan sekali seri.
Dalam duel terakhir babak 64 besar di Grup N di Stadion R Soedarsono, Pogar, Bangil, laga sejatinya berjalan ketat.
Pasuruan United sebagai tuan rumah, menargetkan tiga poin. Sementara Persigar Garut juga sama karena mereka butuh kemenangan untuk mengamankan posisi runner up.
Namun di babak pertama, Pasuruan United tampil lebih dominan. Sejak peluit kick off berbunyi, Ricko Hardiansyah CS tampil total menyerang.
Hasilnya, di menit ke enam, Pasuruan United mampu unggul lebih dahulu. Semuanya berawal dari serangan balik.
Begitu pemain depan Persigar Garut gagal mencetak gol, penjaga gawang Pasuruan United Marendra Eka Budi langsung mengumpan ke lini tengah.
Bola terlepas dari kawalan pemain Persigar Garut dikuasai Galang Saputra yang langsung menyusun serangan dari sektor sayap kanan.
Pemain bernomor punggung tujuh itu langsung melakukan crossing ke tengah. Umpan cantic itu secepatnya disambar Ahmad Fauzi yang lepas tanpa pengawalan.
Si kulit bundar menggetarkan jala dan tak bisa diantisipasi Resa Saputra, penjaga gawang Persigar Garut. Skor berubah menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Persigar Garut meningkatkan tempo penyerangan. Berkali-kali tim yang dilatih Asep Angga Permadi itu mencoba menyerang, tapi sayang tak mengubah angka dan skor 1-0 bertahan sampai turun minum.
Di babak kedua, Pasuruan United mencoba bermain lepas. Nama-nama pemain yang sempat duduk di bangku cadangan, dimasukkan. Seperti M Nurhacqiqi dan Racksa Surya Wijaya.
Sayang, selama 45 menit berlangsung, tak ada tambahan gol bagi Pasuruan United. Begitu juga dengan Persigar Garut yang hanya beberapa kali menciptakan peluang.
Setelah injury time habis, Ikhwan Najibullah yang bertindak selaku wasit, meniupkan peluit panjang. Di laga ini, wasit asal Pai itu mengeluarkan dua kartu kuning untuk Persigar Garut dan satu kartu merah untuk Pasuruan United yakni kepada Samsul Arifin.
Pelatih Pasuruan United Bio Paulin menyebut, dia cukup puas dengan hasil pertandingan melawan Persigar Garut. Timnya mampu bermain solid sehingga berhasil keluar sebagai pemenamg.
Tentu ada evaluasi yang harus diperbaiki sebelum mengarungi babak 32 besar. "Secara keseluruhan saya puas dengan permainan pemain. Tapi tetap ada yang perlu ditingkatkan sebelum mengarungi 32 besar," jelasnya.
Di sisi lain, meski kalah Persigar Garut tetap menghuni peringkat kedua dan lolos ke babak 32 besar dengan total poin 4. Sebab di laga lain, PSAP Sigli kalah 2-1 atas Bolsel FC.
Sehingga posisi Persigar Garut di klasemen sementara menjadi runner up Grup N dan akan mendampingi Pasuruan United di 32 besar yang berstatus juara grup.
Dengan menjadi juara grup, Pasuruan United kembali berpeluang untuk menjadi tuan rumah di babak 32 besar. Namun semua keputusan di 32 besar tentu menjadi wewenang PSSI. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto