BANGIL, Radar Bromo-Atmosfer persaingan panahan tradisional memanas di Lapangan Pesantren Manah, Kota Pasuruan, Minggu (24/5). Open Tournament Barebow Series 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar PERPATRI Nusantara Jaya Jatim sukses menyedot perhatian pegiat panahan dari berbagai daerah.
Ajang yang diklaim sebagai turnamen barebow pertama di Jawa Timur itu diikuti peserta dari Pasuruan kabupaten dan kota, Jember, Mojokerto, Surabaya, Malang, Gresik, Nganjuk, Lamongan, Lumajang, Banyuwangi hingga Bali.
Meski sempat diwarnai somasi dari PERPANI Jatim, turnamen tetap berlangsung lancar hingga akhir pertandingan.
“Alhamdulillah kegiatan tetap berjalan sukses dan lancar,” ujar Ketua PERPATRI Jatim, Khoiron Hadi.
Barebow sendiri merupakan kategori panahan tradisional tanpa perangkat bidik modern. Karena itu, kemampuan feeling, konsentrasi, dan konsistensi pemanah menjadi faktor utama dalam pertandingan.
Persaingan ketat langsung terlihat sejak babak awal. Sejumlah atlet muda tampil mengejutkan dan mampu bersaing dengan pemanah senior.
Gelar juara pertama akhirnya diraih pegiat cilik asal Bangkalan yang tampil stabil sepanjang perlombaan.
Khoiron Hadi mengatakan, Barebow Series digelar bukan sekadar kompetisi biasa. Turnamen ini juga menjadi bagian dari pemetaan kekuatan atlet menjelang Festival Olahraga Provinsi (Forprov) III di Kabupaten Jember tahun ini.
“Ajang ini untuk mengukur kemampuan para pegiat PERPATRI sebelum turun di Forprov,” katanya.
Menurut dia, perkembangan komunitas panahan tradisional di Jawa Timur terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, dibutuhkan lebih banyak turnamen agar kemampuan atlet bisa terasah melalui atmosfer pertandingan.
Selain menjadi arena adu ketepatan bidikan, Barebow Series juga memperlihatkan mulai meratanya pembinaan panahan tradisional di daerah.
Tidak hanya kota besar, sejumlah atlet dari daerah pinggiran mulai bermunculan dan mampu bersaing di level provinsi. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid