Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Laga Persahabatan Persekabpas v Pasuruan United Jadi Ajang Pemanasan

Muhamad Busthomi • Sabtu, 25 April 2026 | 06:07 WIB
ANDALAN TIM: Striker Pasuruan United Ricko hardiansyah dan playmaker Persekabpas Nofi Atmaja. Keduanya bakal bertemu dalam sebuah laga persahabatan yang digelar sore nanti di Stadion R Soedarsono. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
ANDALAN TIM: Striker Pasuruan United Ricko hardiansyah dan playmaker Persekabpas Nofi Atmaja. Keduanya bakal bertemu dalam sebuah laga persahabatan yang digelar sore nanti di Stadion R Soedarsono. (Foto: Dokumen Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Atmosfer kebangkitan sepak bola Pasuruan mulai terasa. Dua klub kebanggaan daerah, Persekabpas dan Pasuruan United, dijadwalkan bertemu dalam laga uji coba (friendly match) di Stadion R. Soedarsono Pogar, Bangil, Sabtu (25/4) sore.

Laga ini bukan sekadar pemanasan. Bagi Persekabpas, duel tersebut menjadi penanda era baru setelah resmi bernaung di bawah PT Pasuruan Bangkit Bersama.

Momentum ini sekaligus menjadi pijakan awal menatap kompetisi Liga 3 Nusantara musim ini.

Sementara bagi Pasuruan United, laga ini terbilang penting untuk mengukur kemampuan Laskar Santri Mbeling yang akan berlaga di zona nasional Liga 4. Apalagi banyak pemain baru yang direkrut, sehingga manajemen punya kesempatan siapakah yang akan menjadi starting eleven.

Walau laga persahabatan, kedua tim berjanji tampil habis-habisan. Di bawah komando pelatih kepala Subangkit, Persekabpas mulai meracik kekuatan. Sejumlah nama dipanggil untuk menjajal komposisi tim.

Di sektor penjaga gawang, ada Zaki dan Dhika Bhayangkara. Lini belakang diperkuat M. Sulton, Joko Supriyanto, Edy Wardan, Dion Mefahmi, dan M. Romy AS.

Sementara di lini tengah, deretan pemain seperti Zanuar Ardani, Nofi Atmaja, Manzila, Hamsa Lestaluhu, Dwi Cakra, Dwipan, Qa’qa Basham, hingga Shola siap menjadi motor permainan.

Di lini depan, Persekabpas mengandalkan Zakite, Achmad Mido, Samsudin. Serta tak lupa winger lincah Ali Kaconk Mashori.

Presiden Direktur Persekabpas, Suryono Pane, menegaskan laga ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim sekaligus penguatan identitas baru klub.

“Pertandingan ini sekaligus launching jersey terbaru Persekabpas. Kami juga akan memperkenalkan ofisial baru kepada publik,” ujarnya.

Tak hanya itu, laga derbi ini juga dibalut nuansa kebersamaan antarsuporter. Agenda halal bihalal akan mempertemukan dua basis pendukung, Sakera Mania dan Laskar Santri Mbeling.

“Ini juga momentum kebangkitan sepak bola Kabupaten Pasuruan,” imbuh Pane yang juga menjabat CEO Pasuruan United.

Di sisi lain, Pasuruan United yang baru saja menuntaskan training center (TC) di Solo, harus bersiap melakoni zona nasional. Tim besutan Bio Paulin  ini harus mengukur kekuatan sekaligus mematangkan strategi.

“Sebenarnya dari hasil TC, kami sudah memiliki kisi-kisi siapa saja yang akan menjadi starting eleven. Tapi kami ingin mengetahui seberapa tangguh para pemain bila menghadapi lawan yang dari segi level tentu Persekabpas di atas kami,” beber Bio Paulin.

Eks pemain legendaris Persipura dan pernah jadi bagian timnas Indonesia ini menambahkan, saat ini lini Pasuruan united sudah lengkap. Dengan tambahan lima pemain baru, pemain sudah nyetel dan saling mengisi.

Di laga antara Persekabpas sore nanti, Bio Paulin mengaku, belum mengetahui siapa yang akan diturunkan di babak pertama. Kemungkinan besar dia akan mengutak-atik komposisi pemain. Termasuk di lini depan yang kini makin komplit dengan kehadiran Racksa Surya Wijaya, yang menyandang top skor Liga 4 Jatim musim ini.

“Posisi striker, kami memiliki banyak pilihan. Ricko Hardiansyah masih ada di depan dan dia bisa diduetkan dengan siapa saja,” beber Bio Paulin.

Alasan itulah yang membuat Bio Paulin juga belum bisa menjawab detail, formasi apa yang akan dia terapkan di laga sore nanti.

“Kami efektif di 442, 433 ataupun 352. Utak-atik pemain masih bisa terjadi. Tetapi sekali lagi ini menjadi ajang untuk para pemain Pasuruan United bersaing untuk menjadi pemain inti di zona nasional nanti,” beber pelatih berambut panjang itu.

 

 Berlakukan Tiket ke Penonton

Laga sore nanti memang berstatus persahabatan. Walau begitu, panitia pelaksana memberlakukan tiket ke penonton alias yang ingin menyaksikan laga di lapangan harus membayar.

Bukan tanpa alasan mengapa penonton harus membayar tiket masuk. Selain untuk edukasi, tiket ini juga untuk keberlangsungan Persekabpas. Apalagi saat ini Laskar Sakera berada di bawah naungan baru yang tentu juga butuh pemasukan.

“Ini juga menjadi penanda era baru kepengurusan Persekabpas di bawah manajemen baru,” beber Sugianto, Wakil ketua panitia pelaksana (panpel) laga persahabatan Persekabpas dan Pasuruan United.

Support dari Sakera Mania dengan membeli diket pertandingan, jelas dibutuhkan untuk mengelola tim. Apalagi di Liga 3 yang levelnya professional, jelas tidak ada support anggaran dari pemerintah seperti APBD.

Supporter tentu harus jadi bagian yang memiliki sebuah tim. Bahkan di level liga-liga di belahan dunia, ticketing penonton  menjadi “amunisi” tambahan untuk mengelola tim selain dari sponsorship.

Namun panpel memastikan, tiket ke penonton tentu masih terjangkau. HTM dibagi ke beberapa kelas. “Khusus untuk tribun VVIP adalah tamu undangan. Sementara penonton terbagi di beberapa kelas,” beber Sugianto.

Meski tajuknya hanya ujicoba, panpel meyakini panonton yang datang akan banyak. Bahkan tiket yang sudah terjual di H-1 laga, sudah lebih dari dua ribuan.

“Dari sisi tim, laga ini juga penting. Pasuruan United dengan komposisi pemain baru, jelas menjadi ajang para pemain untuk tampil maksimal agar bisa mengunci posisi pemain inti. Sementara Persekabpas, ini menjadi ajang seleksi awal bagi manajemen baru untuk menghadapi musim baru Liga 3 yang rencananya sudah mulai digelar September mendatang.

“Sebagian besar pemain Persekabpas di musim lalu sudah menyatakan diri untuk hadir. Tentu ini menjadi kesempatan bagi para pemain agar mereka bisa dikontrak untuk musim baru,” beber Sugianto.

Panpel juga memastikan, laga juga digelar dengan standar liga professional. Mulai dari wasit hingga perangkat pertandingan. Karena panpel ingin menyajikan duel dua tim yang saat ini sama-sama memiliki basis supporter.

Bagi kedua tim, duel sore nanti bukanlah yang pertama. Di tahun 2024, kedua tim pernah bertemu. Namun saat itu keduanya masih sama-sama bermain di Liga 3. Saat itu laga digelar di Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan Persekabpas berhasil unggul 2-0. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
#persekabpas #sport #Pasuruan United