BANGIL, Radar Bromo–Persekabpas memang gagal naik level ke Liga 2 setelah tersingkir di babak 8 besar, musim 2025/2026. Setelah dipegang manajemen baru, klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan ini menatap musim baru, Bahkan mulai memanaskan mesin jelang musim kompetisi.
Tim berjuluk Laskar Sakera itu kini memasuki tahapan awal pembentukan skuad dengan menggelar seleksi pemain sekaligus uji coba.
Sejumlah orang sudah ditunjuk untuk mengisi posisi. Salah satunya Subangkit, yang didaulat menjadi Direktur Teknik Persekabpas.
Pria yang pernah menjadi pelatih legendaris Laskar Sakera ini mengungkapkan, Persekabpas dalam waktu dekat bertolak ke Solo. Agenda tersebut bukan sekadar seleksi terbuka, tetapi juga diisi dengan laga uji coba melawan Pasuruan United dalam tajuk derby Pasuruan.
“Ini sudah masuk tahapan seleksi. Kami ke Solo untuk seleksi terbuka sekaligus sparing dengan Pasuruan United,” ujarnya.
Pada tahap awal ini, Persekabpas hanya membawa enam hingga tujuh pemain. Mayoritas merupakan pemain musim lalu yang dipadukan dengan talenta lokal.
“Sementara kami pertahankan enam sampai tujuh pemain. Mereka pemain musim lalu dan anak-anak lokal. Yang lain akan menyusul ikut seleksi,” jelasnya.
Subangkit menegaskan, pembentukan tim tidak dilakukan secara total dari nol. Manajemen tetap mempertahankan kerangka inti, namun membuka ruang evaluasi untuk menyempurnakan komposisi skuad.
“Bukan merombak total. Tapi tentu ada penyesuaian agar formasi lebih pas dan solid,” tambahnya.
Dengan jadwal kompetisi yang direncanakan mulai September mendatang, Persekabpas dituntut bergerak cepat. Proses seleksi dan pematangan tim harus segera rampung agar persiapan tidak tertinggal dari tim lain.
“Waktu tidak panjang. Jadi kami harus segera mendapatkan komposisi pemain yang siap bersaing,” tegasnya.
Manajemen Kebut Pembaruan Dokumen ke PSSI
DI sisi lain, manajemen baru Persekabpas langsung tancap gas. Usai serah terima dari pengurus lama, Persekanbpas sekarang fokus membenahi administrasi dan legalitas ke PSSI.
Seluruh akses penting klub telah resmi berpindah ke bawah kendali PT Pasuruan Bangkit. Mulai dari database pemain, akun media sosial, hingga email resmi klub kini dikelola manajemen baru.
Tak hanya itu, akses ke sistem resmi seperti SIAP PSSI (Sistem Informasi dan Administrasi PSSI) dan LIAS (Liga Nusantara) juga sudah diamankan. Dua sistem tersebut menjadi kunci dalam proses pendaftaran pemain dan klub untuk kompetisi resmi.
Perwakilan manajemen baru, Sugianto, menyebut penguasaan akses tersebut menjadi langkah awal yang krusial. Sebab, seluruh aktivitas administratif klub di level nasional bergantung pada sistem tersebut.
“Semua akses sudah kami terima. Ini penting karena berkaitan langsung dengan pendaftaran pemain dan keikutsertaan klub di kompetisi,” ujarnya.
Setelah pengalihan selesai, fokus berikutnya adalah pembaruan dokumen legalitas. Hal ini seiring perubahan badan hukum Persekabpas yang kini berbentuk perseroan terbatas (PT).
Sejumlah dokumen wajib segera didaftarkan ulang ke PSSI. Di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), akta pendirian, SK Kemenkumham, NPWP, hingga struktur kepengurusan terbaru.
“Ini yang sedang kami kebut. Karena perubahan badan hukum harus diikuti dengan pembaruan data di PSSI,” jelasnya.
Meski terjadi perubahan manajemen, status Persekabpas sebagai anggota PSSI dipastikan tetap aman. Pembaruan ini hanya bersifat administratif untuk menyesuaikan kepemilikan dan pengelolaan klub.
Manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang telah menjaga eksistensi klub. Dukungan masyarakat diharapkan terus mengalir agar Persekabpas mampu tampil lebih kompetitif di musim mendatang.
“Ke depan, kami akan berupaya membawa klub ini lebih profesional dan berprestasi,” tandas Sugianto. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid