Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atlet Panjat Tebing Kota Probolinggo Gaspol Latihan Selama Bulan Ramadan

Inneke Agustin • 2026-03-14 08:07:16

PANJAT: Sejumlah atlet FPTI Kota Probolinggo saat latihan di GOR Ahmad Yani Kota Probolinggo di pagi hari.
PANJAT: Sejumlah atlet FPTI Kota Probolinggo saat latihan di GOR Ahmad Yani Kota Probolinggo di pagi hari.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Bulan Ramadan tidak membuat para atlet panjat tebing Kota Probolinggo mengendurkan intensitas latihan.

Meski menjalani ibadah puasa, mereka tetap disiplin menjaga ritme latihan demi mempertahankan performa.

Para atlet yang berada di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo tetap menjalani program latihan rutin di arena panjat tebing GOR Ahmad Yani. Hanya saja, jadwal latihan disesuaikan agar tidak mengganggu ibadah puasa.

Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi menjelaskan bahwa selama Ramadan latihan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

“Latihan dimulai pukul 15.00 sampai menjelang berbuka. Setelah itu atlet berbuka puasa bersama, dilanjutkan salat magrib dan tarawih berjamaah,” ujarnya.

Usai menunaikan ibadah malam, para atlet kembali ke arena latihan. Sesi kedua dimulai pukul 20.00 hingga sekitar pukul 22.30 malam.

Menurut Iwan, pembagian waktu latihan tersebut dilakukan agar para atlet tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik tanpa mengurangi kualitas latihan.

“Latihan sore lebih banyak diisi materi teknik. Nanti malam baru diisi praktik atau simulasi pemanjatan. Jadi puasa tetap jalan, latihan juga tetap sesuai porsi,” jelasnya.

Tak hanya soal jadwal latihan, pola konsumsi atlet juga diatur selama Ramadan. Biasanya para atlet berbuka puasa di area wisata kuliner yang berada di sekitar GOR Ahmad Yani.

Untuk menu pembuka, tim pelatih menyediakan takjil sederhana seperti kurma. Buah tersebut dipercaya dapat membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa.

“Kurma kami sediakan untuk penambah stamina. Kadang juga diganti pisang sebagai pengganti kalium agar otot tidak mudah cedera,” kata Iwan.

Para atlet juga diwanti-wanti untuk menjaga pola makan. Makanan pedas dan berminyak sementara dihindari agar kondisi tubuh tetap prima selama menjalani latihan di bulan puasa.

Selain itu, mereka juga memiliki kebiasaan minum air rendaman kurma setelah latihan malam. Minuman tersebut kemudian dikonsumsi kembali saat sahur sebagai tambahan energi.

“Air rendaman kurma itu seperti infus energi alami. Biasanya diminum saat sahur untuk menambah tenaga. Kalau ada madu ditambah madu, kalau tidak ya cukup air rendaman kurma,” jelasnya.

Memasuki masa libur Lebaran, para atlet tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas latihan. Pada H-3 hingga H+3 Idul Fitri, mereka tetap menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing.

“Kami tidak benar-benar libur. Atlet tetap latihan sendiri di rumah. Setelah H+3 Lebaran baru kembali latihan bersama seperti biasa,” pungkasnya. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Kota Probolinggo #panjat tebing