KRAKSAAN, Radar Bromo - Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan taringnya di arena olahraga tarung.
Atlet Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) Probolinggo tampil menggigit pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Sirkuit 1 Pengprov Jawa Timur 2026.
Bertanding di GOR Pasmar, Kabupaten Sidoarjo, 22-25 Januari 2026, mereka pulang dengan koper prestasi yang nyaris penuh.
Dari 14 atlet yang diturunkan, 12 di antaranya berhasil naik podium. Rinciannya, tiga medali emas, empat perak, dan lima perunggu.
Catatan ini menegaskan progres signifikan IBCA MMA Probolinggo di level Jawa Timur bukan sekadar pelengkap. Tapi sebagai penantang serius.
Tiga emas disumbangkan oleh Guntur Saputra, Moh. Syarief Noer Waahid, dan Valen Tri Dirga Nurcahyo. Nama Guntur bahkan melesat lebih jauh.
Atlet muda ini sukses menembus Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di Sulawesi.
Empat medali perak masing-masing diraih oleh Pricillia Angelica Marcha A.F., Suci Nabila, Nia Agustin, dan Dini Si Raja Guguk. Sementara lima perunggu dipersembahkan Moh. Alvan Badrusholeh, Syifa Wardatul Jannah, Muhammad Bagus Y.M., Muhammad Bayu Prasetyo, serta Ahmad Syaiful Hadi.
Ketua Pengkab IBCA MMA Kabupaten Probolinggo Jeffrey Djintoro menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang yang tidak instan.
Ia menegaskan, medali hanyalah puncak dari kerja keras yang dijalani para atlet setiap hari.
“Ini bukan semata soal menang di atas arena. Di baliknya ada latihan panjang, disiplin, pengorbanan, dan mental pantang menyerah. Anak-anak membuktikan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ujar Jey panggilan akrabnya.
Menurutnya, hasil di Sidoarjo harus menjadi bahan bakar, bukan tujuan akhir. Ia berharap para atlet tetap lapar prestasi dan tidak cepat puas.
“Terus berkembang, tetap rendah hati, dan jadikan ini pijakan untuk melompat lebih tinggi. IBCA MMA itu berani menang secara terhormat,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan. Ia menilai performa IBCA MMA kali ini istimewa, terutama karena banyak atlet yang baru pertama kali tampil di ajang kejurprov.
“Ini luar biasa. Banyak atlet baru tapi langsung bisa bicara di level provinsi. Tinggal bagaimana mereka menjaga konsistensi, disiplin latihan, dan mental bertanding. Kalau itu terjaga, Probolinggo punya masa depan cerah di MMA,” katanya.
Hasil Kejurprov ini menjadi modal berharga bagi IBCA MMA Kabupaten Probolinggo untuk terus menantang dominasi daerah lain.
Dengan fondasi atlet muda yang mulai matang, langkah ke level regional bahkan nasional kini bukan lagi sekadar angan. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid