Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Persekabpas Pasuruan Hadapi Duel Hidup-Mati Lawan Persiba Bantul Jika Ingin Lolos ke 8 Besar

Muhamad Busthomi • Minggu, 25 Januari 2026 | 09:14 WIB
HIDUP MATI: Persekabpas bakal melakoni laga penentuan sore ini melawan Persiba Bantul.
HIDUP MATI: Persekabpas bakal melakoni laga penentuan sore ini melawan Persiba Bantul.

BANGIL, Radar Bromo - Persekabpas berada di titik paling menentukan musim ini.

Laga pamungkas Grup D Liga Nusantara 2025–2026 melawan Persiba Bantul di Stadion Pasiran, Minggu (25/1) sore bakal menjadi penentu nasib Laskar Sakera menuju babak 8 besar. Tak ada ruang untuk salah langkah.

Mengacu klasemen sementara, persaingan di Grup D sangat ketat. Persiba Bantul dan Persekabpas sama-sama mengoleksi 23 poin dari 14 pertandingan.

Persiba berada di puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol (+6), sedangkan Persekabpas menempel di posisi kedua dengan selisih gol +1.

Di belakangnya, Perseden Denpasar mengintai dengan 22 poin, disusul Gresik United FC dengan 19 poin.

Situasi tersebut membuat duel Persekabpas kontra Persiba Bantul menjadi laga hidup-mati.

Kemenangan akan mengunci tiket 8 besar tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan lain.

Namun jika hanya imbang atau kalah, posisi Persekabpas rawan disalip Perseden.

Asisten pelatih Persekabpas, Roni Firmansyah, menegaskan timnya sadar penuh arti penting laga terakhir ini.

“Ini laga pamungkas dan penentuan. Kami tidak mau bergantung pada hasil tim lain. Target kami jelas, menang dan amankan tiket 8 besar,” ujar Roni.

Ia menyebut seluruh pemain diminta tampil disiplin sejak menit awal. Persiba diakui sebagai tim dengan pengalaman dan produktivitas gol tinggi, namun Persekabpas dinilai punya modal mental yang tak kalah kuat.

“Kami sudah evaluasi. Yang paling penting konsistensi dan fokus. Kesalahan kecil di laga seperti ini bisa sangat menentukan,” tegasnya.

Persekabpas sendiri mencatat tujuh kemenangan, dua kali imbang, dan lima kekalahan.

Produktivitas gol memang belum setajam Persiba yang sudah mencetak 20 gol.

Namun soliditas permainan dan daya juang menjadi andalan utama tim asal Kabupaten Pasuruan tersebut.

Di sisi lain, laga Perseden Denpasar kontra Gresik United FC juga tak kalah panas.

Perseden wajib menang jika ingin merebut atau minimal mengamankan posisi dua besar.

Dengan 22 poin, kemenangan akan membuat Perseden berpeluang menyalip Persekabpas jika tim berjuluk Laskar Sakera itu gagal meraih tiga poin.

Jika dirangkum, skenario di Grup D sangat jelas. Persekabpas dan Persiba sama-sama harus menang demi memastikan tiket tanpa hitung-hitungan.

Perseden wajib menang sambil berharap Persekabpas terpeleset. Sedangkan Gresik United harus menyapu kemenangan dan berharap hasil lain berpihak.

Roni Firmansyah kembali menegaskan, fokus Persekabpas tetap satu: menuntaskan pekerjaan sendiri.

“Kalau kami menang, semuanya selesai. Itu yang kami kejar,” tandasnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#persekabpas #persiba bantul #liga 3