BANGIL, Radar Bromo - Langkah Persekabpas Pasuruan untuk mengunci puncak klasemen Grup D Liga Nusantara harus tertunda. Laskar Sakera menelan kekalahan 0-2 dari Waanal Brothers FC pada laga yang digelar di Stadion Pasiran, Surabaya, Rabu (21/1).
Hasil tersebut terasa pahit, lantaran Persekabpas sebenarnya mampu memberi perlawanan dan bahkan memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Namun, efektivitas menjadi pembeda di laga ini.
Sejak menit awal, Persekabpas langsung berada di bawah tekanan. Waanal Brothers tampil agresif dan berhasil mencuri gol cepat saat pertandingan baru berjalan tujuh menit.
Patrick Alfredo Womsiwor memanfaatkan celah di lini belakang Persekabpas untuk membawa timnya unggul lebih dulu.
Tertinggal satu gol, Persekabpas mencoba keluar dari tekanan. Serangan demi serangan dibangun, terutama lewat sisi sayap.
Sayangnya, solidnya barisan pertahanan Waanal Brothers membuat setiap peluang mentah sebelum menjadi ancaman serius. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki paruh kedua, intensitas permainan Persekabpas meningkat. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor.
Peluang terbaik datang pada menit ke-56, ketika kiper Waanal Brothers melakukan pelanggaran keras terhadap Ginting di kotak terlarang.
Wasit pun menunjuk titik putih. Marsel Zanuar yang dipercaya sebagai algojo nyaris mengubah jalannya laga.
Namun, tendangan penaltinya hanya membentur mistar gawang. Gagalnya peluang emas tersebut menjadi momen krusial bagi Persekabpas.
Alih-alih menyamakan skor, Persekabpas justru kembali kebobolan di penghujung laga. Muhammad Bahri Kurniawan mencetak gol kedua Waanal Brothers pada menit ke-90 dan memastikan kemenangan 2-0 bagi tim asal Papua tersebut.
Asisten pelatih Persekabpas, Roni Firmansyah, mengakui hasil pertandingan jauh dari harapan tim pelatih.
“Pertandingan kemarin cukup tidak menyenangkan. Hasilnya terjadi di luar dugaan kami semua, padahal persiapan sudah kami lakukan dengan matang. Tapi di lapangan hasilnya berkata lain,” ujarnya.
Roni menegaskan, evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan, terutama untuk menghadapi laga pamungkas fase grup.
“Tentu performa pemain kemarin menjadi bahan evaluasi penting untuk menghadapi match terakhir melawan Persiba Bantul,” tambahnya.
Meski kehilangan poin krusial, Roni memastikan optimisme tim tetap terjaga. Persekabpas masih memiliki peluang besar untuk melangkah ke fase berikutnya.
“Meskipun kami kehilangan poin, kami tetap optimistis. Target kami jelas, memaksimalkan laga terakhir dan memastikan lolos ke 8 besar,” tegasnya.
Kekalahan ini membuat Persekabpas tetap bertahan di posisi kedua klasemen sementara Grup D dengan 23 poin. Sementara Waanal Brothers, meski meraih kemenangan, masih berada di dasar klasemen dengan koleksi 14 poin. (tom/fun)
Editor : Fandi Armanto