Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hanya Pasuruan United yang Raih Kemenangan di Laga Perdana 32 Besar, Putra Jaya dan Persekap Tumbang

Fahrizal Firmani • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:45 WIB
SUMBANG GOL: Ricko Hardiansyah (tengah), M Nurhacqiqi (kanan) dan Rosihan merayakan gol pertama mereka.
SUMBANG GOL: Ricko Hardiansyah (tengah), M Nurhacqiqi (kanan) dan Rosihan merayakan gol pertama mereka.

PASURUAN, Radar Bromo-Laga perdana babak 32 besar Liga 4 Jatim telah dimulai. Dari tiga klub yang bertanding di babak ini, hanya Pasuruan United yang berhasil meraih tiga poin.

Sementara dua klub lainnya yakni Putra Jaya dan Persekap Pasuruan, harus tumbang oleh lawan-lawannya.

Di Grup BB, Pasuruan United yang bertanding di Stadion Tuban Sport Center melawan Nganjuk Ladang, menang telak 0-3.

Walau harus berlaga di terik matahari karena kick off pukul 13.00, Laskar Santri Mbeling

Begitu menguasai jalannya pertandingan. Tim besutan Bio Paulin itu tak memberikan kesempatan lawan untuk berkembang.

Hingga akhirnya di babak pertama, gawang Nganjuk Ladang bergetar. Ini setelah di menit 23, sang kapten mencetak angka.

Berawal dari umpan switch play dari Fadhil di sisi kanan ke Rosihan yang berdiri bebas di sisi kiri. Lalu, langsung di shoting ke gawang lawan dan berhasil di tepi penjaga gawang. Kemudian bola muntah mendarat di kaki Ricko Hardiansyah, lalu shoting dan gol.

Keunggulan 0-1, bertahan hingga turun minum atau selesainya pertandingan babak bertama. Kemudian di babak kedua, Pasuruan United berhasil menambah dua gol.

Selepas turun minum, Giliran M Nurhacqiqi dan Rendy yang menambah keunggulan. Masing-masing di menit 67 dan 90.

Gol kedua di ciptakan melalui tendangan bebas Nurhacqiqi dari kaki kiri, yang melengkung ke sisi kanan gawang Nganjuk Ladang. Bio Paulin bahkan menunjuk Nurhacqiqi sebagai man of the match dalam laga Senin sore itu.

Sedangkan untuk gol ketiga assit dari Tegar berhasil dieksekusi dengan baik oleh Rendy.

Namun kemenangan klub berjuluk Laskar Santri Mbeling harus menerima dua kartu kuning. Masing-masing Jiddan dan Rozaq.

"Alhamdulillah, kemenangan perdana berhasil diraih. Sesuai dengan target, dan selama permainan tim sudah sesuai harapan pelatih dan manajemen," beber manajer Pasuruan United Fitroh Mucharrom.

"Kemenangan perdana ini modal awal untuk dua pertandingan berikutnya. Boleh berpuas, tapi perjuangan belum selesai," katanya.

Sementara Persekap Pasuruan yang bertanding di Jember Sport Garden, harus mengakui kekalahan dari Inter Kediri. Tim yang diarsiteki Aris Budi itu idtekuk 2-0.

Laga antara Persekap )kostum hijau) dan Inter Kediri di Jember Sport Garden.
Laga antara Persekap )kostum hijau) dan Inter Kediri di Jember Sport Garden.

Manajer Persekap Suci Mardiko juga kecewa karena Persekap sebenarnya lebih banyak menguasai jalannya pertandingan.

“Di babak pertama dan kedua, kami bahkan menekan terus. Tetapi lawan yang mengutamakan operan long ball, mampu mencuri gol,” beber Suci Mardiko.

Diapun mengevaluasi, kekalahan dua gol yang diperoleh timnya karena kecerobohan pemain. “Prosesnya hampir sama, karena diawali kecerobohan pemain mengantisipasi. Ini harus kami benahi. Kami mohon maaf namun kami akan berupaya di sisa dual aga lagi,” beber Suci Mardiko.

Hal yang sama juga dialami Putra Jaya Kabupaten Pasuruan. Tim yang tergabung di Grup CC ini kalah telak dari Perseta 1970 Tulungagung dengan skor 7-2.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga pula, satu pemain Putra Jaya Kabupaten Pasuruan yakni M Hilmi Gimnastiar, harus diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras.

Pelanggaran fatal yang dilakukan Hilmi Gimnastiar kepada pemain Perseta Tulungagung.
Pelanggaran fatal yang dilakukan Hilmi Gimnastiar kepada pemain Perseta Tulungagung.

Kabar terakhir, Hilmi Gimnastiar bahkan langsung dipecat akibat melakukan pelanggran keras

“Kami kalah dari Perseta yang bermain cepat. Anak-anak juga tidak bisa menjaga emosinya,” terang Kasianto, pelatih Putra Jaya Kabupaten Pasuruan.

Soal pelanggaran keras hingga berujung kartu merah yang diberikan ke Hilmi Gimnastiar, Kasianto mengatakan, para pemain terprovokasi.

“Hilmi adalah stopper kami dan dia merasa diprovokasi. Meski tanpa dia di laga berikutnya, kami masih ada pemain penggantinya. Mudah-mudahan di sisa dual aga lagi kami meraih hasil positif,” beber Kasianto. (zal/riz/fun)

Editor : Fandi Armanto
#laskar suropati #putra jaya pasuruan #persekap #Pasuruan United #Laskar Santri Mbeling