PROBOLINGGO, Radar Bromo - Atlet petanque Kota Probolinggo menunjukkan tajinya di level regional. Berlaga dalam Smanegra Open Tournament Petanque Jatim Series, kontingen Kota Probolinggo sukses membawa pulang dua medali. Prestasi ini menjadi modal dan pengalaman untuk semakin berkembang.
Ketua Cabor Petanque KONI Kota Probolinggo, Jusdi Maret mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan 12 atlet dalam kejuaraan tersebut. Mereka tampil di dua nomor bergengsi, yakni shooting beregu dan four to four.
“Untuk shooting beregu kami menurunkan dua tim, sedangkan di nomor four to four ada empat tim. Masing-masing tim berisi empat atlet,” ujar Jusdi.
Hasil gemilang datang dari nomor four to four. Tim dua Kota Probolinggo tampil solid sejak babak awal hingga menembus partai puncak. Tim yang diperkuat Nur Ali Huzein, M Raka Rafyoni Fransisco, Muhammad Kosyim, dan Aryo Adi Pratama berhasil melaju ke final setelah menyingkirkan Kabupaten Tuban di babak semifinal.
Di partai final, mereka berhadapan dengan kontingen Kota Pasuruan dalam laga ketat dan penuh tensi. Kota Probolinggo akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah menang tipis dengan skor 7–6.
“Kami finis di posisi teratas untuk nomor four to four. Kota Pasuruan harus puas di peringkat kedua, sementara posisi ketiga ditempati Kabupaten Tuban dan Kota Kediri,” jelas Jusdi.
Sementara itu, dari nomor shooting beregu, tim dua Kota Probolinggo juga berhasil menyumbangkan medali perunggu. Tim ini diperkuat oleh Siti Nurhaliza, Muhammad Rafly Ferdiansyah, Raudhatul Jannah, dan Andhika Dwi Raffi’ Rabbani.
Pada babak semifinal, mereka harus mengakui keunggulan Kota Pasuruan sehingga gagal melangkah ke final. Untuk hasil akhir, Kota Pasuruan keluar sebagai juara pertama, disusul Kabupaten Tuban di posisi kedua, sementara peringkat ketiga bersama diraih oleh Kota Probolinggo dan Kota Kediri.
Jusdi menegaskan, capaian ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan para atlet. Sebelum turun di turnamen, atlet petanque Kota Probolinggo menjalani pemusatan latihan selama satu bulan penuh.
“Kami latihan rutin setiap Senin, Rabu, dan Jumat mulai pukul 15.30 hingga 17.00. Materinya meliputi drill pointing, drill shooting dengan berbagai variasi dan jarak 6 hingga 12 meter, simulasi game sesuai taktik dan strategi, serta membangun chemistry antar pasangan,” pungkasnya. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid