Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

The Lassak Masih Belum Terkalahkan, Tahan Imbang Persiba Bantul meski Bermain dengan Sepuluh Orang

Muhamad Busthomi • Kamis, 18 Desember 2025 | 01:30 WIB
CETAK GOL INDAH: Playmaker Persekabpas Nofi Atmaja yang menyumbang gol saat berlaga melawan Persiba Bantul di Lapangan Pasiran, Rabu (17/12).
CETAK GOL INDAH: Playmaker Persekabpas Nofi Atmaja yang menyumbang gol saat berlaga melawan Persiba Bantul di Lapangan Pasiran, Rabu (17/12).

BANGIL, Radar Bromo - Laga penutup putaran pertama Fase Grup D Liga Nusantara antara Persekabpas Pasuruan kontra Persiba Bantul berlangsung panas dan penuh drama.

Bermain di Lapangan Pasiran, Surabaya, Rabu (17/12), tim besutan Masdra Nurriza harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang diwarnai hujan kartu dan keputusan kontroversial wasit.

Tensi tinggi sudah terasa sejak menit-menit awal. Belum genap seperempat jam laga berjalan, bek tengag Persekabpas Danie diganjar kartu kuning pada menit ke-13 usai menghentikan serangan Persiba dengan pelanggaran keras.

Situasi semakin memanas ketika Persiba mendapat hadiah tendangan bebas. Protes keras dari kubu Persekabpas membuat laga sempat terhenti beberapa menit.

Puncak ketegangan terjadi ketika Zanuar Ardani harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah diganjar kartu merah.

Keputusan itu memaksa Laskar Sakera bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama belum berakhir.

Dalam kondisi pincang, Persekabpas mengubah pendekatan permainan. Mereka tampil lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.

Strategi itu justru berjalan efektif. Meski terus ditekan, barisan belakang Persekabpas tampil disiplin meredam agresivitas Persiba.

Kejutan lahir pada menit ke-66. Nofi Atmaja melepaskan tendangan indah dari luar kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper Persiba.

Gol tersebut membawa Persekabpas unggul 1-0, sekaligus membungkam dominasi Persiba di babak kedua.

Tertinggal, Persiba kian meningkatkan intensitas serangan. Penguasaan bola sepenuhnya berada di tangan tim asal Yogyakarta itu, namun peluang bersih sulit tercipta.

Baru pada menit ke-74, Persiba mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak jauh yang menggetarkan gawang Persekabpas.

Di sisa waktu pertandingan, Persiba terus menekan untuk mencari gol kemenangan. Namun solidnya pertahanan Persekabpas membuat skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Pelatih kepala Persekabpas, Masdra Nurriza, menyebut laga kontra Persiba sebagai pertandingan yang paling ambigu sepanjang match round 1. Namun ia tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.

“Persekabpas menghadapi pertandingan yang tidak normal di sesi putaran terakhir ini melawan Persiba Bantul. Banyak banget keputusan yang menurut kami tidak normal. Tapi saya apresiasi teman-teman semua yang bermain dengan penuh determinasi dan kerja keras,” ujarnya.

Masdrago-sapaan Masdra-menilai para pemainnya mampu membaca situasi pertandingan dengan baik di tengah tekanan.

“Luar biasa secara taktikal berjalan betul bagaimana mereka leading the game dan mengambil keputusan. Ini jadi salah satu bekal penting untuk menghadapi putaran kedua yang akan berlangsung dua hari lagi,” katanya.

Ia pun berharap dukungan masyarakat Pasuruan terus mengalir. “Mohon doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Pasuruan agar Persekabpas di putaran berikutnya bisa lebih optimal dan mencapai target lagi,” tutup Masdrago.

Hasil imbang ini membuat Persekabpas tetap mengangkangi klasemen sementara Grup D dengan 13 poin dari lima laga. Sementara Persiba Bantul berada di posisi ketiga dengan raihan 8 poin, menguntit Perseden dengan selisih 1 poin di urutan kedua. (tom/fun)

Editor : Fandi Armanto
#persekabpas #persiba bantul #liga 3 nusantara #pssi