BANGIL, Radar Bromo - Persekabpas resmi melepas rem tangan. Skuad berjuluk The Lassak itu, bersiap mengaum lebih keras di Liga Nusantara 2025/2026.
Sepekan jelang kick-off, 28 pemain plus jersey anyar yang bakal dipakai sepanjang musim, diperkenalkan ke publik.
Manajer Persekabpas, Gaung Andaka, menegaskan bahwa persiapan tim tidak main-main.
Empat bulan terakhir diisi seleksi berjenjang. Mulai U-20, naik ke U-23, hingga komposisi senior.
Regulasi liga yang menuntut dominasi pemain muda, kata Gaung, justru jadi keuntungan.
Hampir seluruh amunisi The Lassak berada di rentang usia 18–23 tahun. Sisanya, pemain senior pun hanya di kisaran 24–26 tahun.
“Hampir 75 persen pemain kami di bawah 23 tahun. Segar, cepat, dan cocok buat jadwal kompetisi yang padat,” terang Gaung saat launching di 78 Billiard Café & Resto, Pandaan, Senin (24/11) malam.
Dengan kalender ketat, Persekabpas memang mengandalkan mesin muda agar tensi permainan tetap tinggi.
“Fisik bakal bicara. Pemain muda itu enerjik, berani tempur dan pastinya sesuai tagline kami, ngeyel,” tambahnya.
Musim ini, The Lassak juga diarsiteki Masdra Nurriza, pelatih yang dikenal mengusung gaya permainan modern, intensitas tinggi, dan pendekatan analitis terhadap tiap lawan.
Headcoach yang kerap disapa Masdrago, disebut menjadi kunci penyusunan struktur tim yang lebih rapi, terukur, dan adaptif menghadapi karakter pertandingan yang dinamis.
Targetnya jelas, tidak lagi nyaris, tapi benar-benar tembus Liga 2. “Tahun lalu kita hampir lolos. Tahun ini kami optimistis bisa naik kasta,” tegas Gaung.
Dukungan sponsor ikut menambah bahan bakar optimisme. Deretan nama seperti Gaung Catering, RMB Official, Sarung Mangga, J Water, 78 Billiard & Café, Jatijaya Garage, dan Jagorawi Florist ikut menopang perjalanan The Lassak.
Meski di lapangan, tantangan lain menanti. Sebagian besar lawan di grup adalah tim dengan wajah baru sehingga peta kekuatan belum bisa ditebak. Namun Persekabpas memilih fokus merapikan internal.
“Tantangan terbesar bagi kami justru mengatasi diri sendiri. Tapi dengan kekompakan, semua rintangan bisa dilewati,” ujar Gaung.
Gaung berharap dukungan publik bisa jadi tenaga tambahan. “Mohon doa masyarakat. Energi itu yang bikin kami yakin untuk menang di setiap pertandingan,” ucapnya.
Sakeramania juga mematok ekspektasi tinggi. Ketua Yayasan Supporter Sakeramania Pasuruan, Rosul, menegaskan dukungan mereka tidak akan luntur.
“Kami menunggu janji itu, naik ke Liga 2. Kami tetap di belakang Persekabpas,” kata Rosul.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan, Mamat Aryo Setyawan, ikut menyuntik motivasi. “Semangat terus. Ukuran olahraga itu jelas, juara dan prestasi,” ujarnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin