Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jaring Bakat Usia Dini dengan Gelar Turnamen Antar Pelajar SMP di Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Sabtu, 22 November 2025 | 13:05 WIB

 

 

BAWA NAMA SEKOLAH: Laga antara tim SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 9 di ajang liga sepakbola pelajar di Lapangan gadingrejo, sebelah rumah dinas Ketua DPRD.
BAWA NAMA SEKOLAH: Laga antara tim SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 9 di ajang liga sepakbola pelajar di Lapangan gadingrejo, sebelah rumah dinas Ketua DPRD.

PASURUAN, Radar Bromo-Kota Pasuruan tak pernah kehabisan tok pemain sepakbola. Selain pembinaan di klub-klub dan sekolah sepakbola, banyak turnamen yang digelar di kota santri. Mulai dari level antarkampung hingga laga antarpelajar.

Seperti yang dilakukan Pemkot Pasuruan dan Askot PSSI Pasuruan. Mulai Sabtu (15/11), liga sepak bola pelajar memperebutkan piala wali kota Pasuruan diselenggarakan. Turnamen ini untuk bisa menjaring bibit muda berbakat dalam sepak bola.

Ada 12 tim yang bertanding dan melibatkan siwa SMP di Kota Pasuruan. Terdiri dari 10 SMP negeri mulai dan smp negeri. Setiap tim harus melalui empat pertandingan yang dimulai dari penyisihan grup untuk bisa menjadi juara. Semua laga digelar di lapangan kecamatan Gadingrejo hingga 23 november.

Anggota Askot PSSI Pasuruan, Brian menjelaskan 12 tim ini dibagi dalam empat buah grup. Sehingga setiap grupnya diisi oleh tiga tim.

Mereka saling berhadapan dan harus bermain tiga kali dalam babak penyisihan grup. Setiap juara grup berhak lolos ke babak semifinal.

Empat tim terbaik ini saling berhadapan hingga bisa menjadi juara. Sehingga untuk bisa menjadi pemenang dalam liga pelajar ini tim itu harus bermain empat pertandingan. Rata rata pemain yang tampil ini berusia 15 hingga 16 tahun.

Mereka yang dinilai memiliki potensi bisa diikutkan seleksi untuk menjadi bagian skuad Persekap U-17 yang mengikuti Piala Soeratin. Ke depannya bisa membawa harum Kota Pasuruan dan menjadi atlet yang berprestasi.

Brian menjelaskan, turnamen ini bukan lah kali pertama. Pernah diadakan turnamen serupa pada 2018 silam. Namun mandek selama enam tahun karena ada pandemi Covid-19. Setelah vakum pada 2019 hingga 2024, turnamen ini kembali digelar.

"Ada 12 tim yang bertanding. Dua diantaranya smp swasta. Siapapun tim yang bertanding harus bermain baik dan mengedepsnkan fair play," tutur Brian.

Ketua Askot PSSI Pasuruan, Suhaimi menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi turnamen piala wali kota antar pelajar SMP ini. Di tengah keterbatasan, turnamen ini bisa menjadi oase bagi Kota Pasuruan untuk menjaring bibit unggul dan pemain hebat.

"Kami berterima kasih pada pemkot untuk membuat turnamen ini. Pembibitan pemain memamg harus dilakukan sejak dini," katanya.

Pemain yang bermain baik, tentunya akan mendapatkan kesempatan untuk bermain di level yang lebih tinggi.

Ada seleksi untuk pemain Persekap U-17 yang bisa diikuti oleh mereka. Nantinya mereka akan diseleksi dengan puluhan pemain lain yang dinilai layak melalui latihan bersama.

"Yang potensial tentu bisa diikutkan latihan bareng untuk menjaring pemain U-17 yang memperkuat persekap di Piala Soeratin," jelas Suhaimi.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Toyib menyebut turnamen antar pelajar SMP yang memperebutkan piala wali kota ini punya dua sisi positif. Bisa menjadi ajang mencari bakat terpendam sejak usia dini. Mengingat Kota Pasuruan aktif akan sepak bola, dia yakin banyak pemain berbakat yang bermunculan dari Kota Pasuruan.

Turnamen ini juga bisa membuat siswa tetap berkegiatan yang positif di jalur olahraga.  "Tidak hanya bisa menjaring pemain hebat, tapi juga bisa menjadi solusi antisipasi kenakalan remaja," sebut Toyib. (riz/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#sepakbola #smp #turnamen