BANGIL, Radar Bromo - Di musim 2025-2026, Assyabaab Bangil nyaris tembus ke zona nasional. Bahkan mampu memberikan perlawanan apik sampai babak 32 besar.
Namun akhirnya gagal melanjutkan karena gagal meraih runner up, lantaran poin kalah dari selisih gol.
Berkaca dari sebelumnya, Assyabaab Bangil yang tak pernah absen mengikuti kompetisi sepak bola selama satu dekade ini, tentu masih punya ambisi untuk naik level.
Klub lawas yang bermarkas di Bangil ini, kembali menunjuk Redi Supriyanto sebagai pelatih kepala.
Sama seperti musim lalu, Assyabaab Bangil banyak mengandalkan pemain lokal Pasuruan. “Boleh dibilang, kami memang tidak seperti tim lain yang mulai lebih awal menyiapkan tim. Tetapi kami percaya, anak-anak yang sudah lama mengikuti akademi di Assyabaab Bangil, pasti tampil penuh semangat,” beber Redi.
Eks pelatih PSMP dan Arema Indonesia ini mengakui, di kompetisi musim baru, dia meyakini regulasi tak jauh berbeda dengan musim lalu.
Komposisi pemain junior dan senior, tetap diatur. Nah, di sini, Assyabaab Bangil tidak kesulitan karena punya banyak talenta pemain handal.
“Tidak ada bintang di tim kami. Sesuai tujuan awal dari Pembina Assyabaab Bangil Abubakar Assegaf, Assyabaab Bangil memang ingin menghasilkan pemain bagus. Banyak pemain di musim lalu yang sekarang membela tim-tim besar,” beber Redi.
Meski banyak merekrut pemain lokal, Redi yakin Assyabaab Bangil pantang untuk diremehkan. Pengalaman musim lalu menjadi bukti bahwa semangat dan kerja sama tim, bisa menjadi kekuatan besar untuk bersaing.
“Di musim lalu kami gagal melangkah karena selisih gol. Ada pula pertandingan tunda karena forcemajeur dan laga tunda itu membuat pemain inti kami tak bisa membela lantaran tak bisa absen bekerja. Mudah-mudahan di musim ini kami mampu melampaui musim lalu,” beber Redi. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid