Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Klub di Pasuruan Mulai Ancang-ancang Liga 4, Persipro dan Persikapro Pilih Absen

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 1 November 2025 | 15:10 WIB
LEBIH AWAL: Seleksi pemain yang dilakukan Askot PSSI Pasuruan untuk menjaring pemain Persekap.
LEBIH AWAL: Seleksi pemain yang dilakukan Askot PSSI Pasuruan untuk menjaring pemain Persekap.

PASURUAN, Radar Bromo - Musim kompetisi 2025-2026 bakal segera dimulai. Walau PSSI belum mengeluarkan jadwal laga kapan Liga 4 bakal dimulai, sejumlah tim di Pasuruan sudah ada yang menggelar persiapan.

Di musim ini, dua tim dari Probolinggo memutuskan absen di musim ini.

Hingga akhir Oktober, PSSI memang belum memberikan format pelaksanaan kompetisi Liga 4.

Namun sejumlah tim sudah melakukan persiapan awal. Mulai dari seleksi pemain hingga rencana rekrutmen pemain.

Beberapa tim yang sudah menggelar persiapan awal di antaranya ada Persekap Kota Pasuruan, Assyabaab Bangil dan Pasuruan United.

Ketiga tim ini sudah memastikan bahwa tetap akan berpartisipasi di kompetisi musim 2025-2026.

Persekap bahkan sudah mulai menggelar seleksi awal untuk mengawali kompetisi.

Tim berjuluk Laskar Suropati ini memang sering paling awal melakukan persiapan.

“Sebelum ada seleksi, latihan bersama sudah sering digelar. Latihan bersama ini menjadi permulaan dari proses seleksi,” beber Suhaimi, ketua Askot PSSI Pasuruan.

Proses seleksi ini digelar dengan berpindah lokasi. Mulai Stadion Untung Surapati hingga lapangan yang ada di kota.

“Bahkan proses seleksi digelar di lapangan sebelah rumah dinas Ketua DPRD di Gadingrejo. Kami juga didukung oleh Ketua DPRD,” beber Suhaimi.

Dari proses seleksi awal, lanjut Suhaimi, ada beberapa nama pemain yang diklaimnya berpotensi untuk direkrut.

Mereka adalah eks pemain-pemain yang dianggap bagus di Liga Tarkam, ajang turnamen tahunan  yang kerap dilaksanakan di Kota Pasuruan.

Soal manajemen, Suhaimi menyebut, saat ini masih dalam proses penjajakan. Sebuah tim idealnya memang harus menunjuk manajer. Termasuk Persekap di musim ini.

Namun soal siapa sosok manajer, Suhaimi belum memberikan bocoran.

“Tapi kami buat model skema siapa yang hendak mengajukan. Nanti akan dipilih. Yang jelas sementara di tim kepelatihan, saya sendiri yang akan memegang,” beber Suhaimi.

Bagaimana dengan PSPK? Klub ini, kata Suhaimi, diperkirakan juga tetap akan mengikuti kompetisi Liga 4.

“Tetapi PSPK kemungkinan tetap akan menjadi tim musafir. Sama seperti musim lalu, PSPK berhome base di Jember. Karena klub ini dari awal tujuannya ken memang untuk menampung para pemain binaan. Siapapun yang mau memegang, kami persilahkan,” beber Suhaimi.

Di Kabupaten Pasuruan, ada Assyabaab Bangil dan Pasuruan United. Untuk Assyabaab Bangil, klub ini juga sudah menggelar proses seleksi awal.

LEBIH AWAL: Seleksi pemain yang dilakukan Askot PSSI Pasuruan untuk menjaring pemain Persekap.
LEBIH AWAL: Seleksi pemain yang dilakukan Askot PSSI Pasuruan untuk menjaring pemain Persekap.

“Pemain sedang diseleksi namun pelatih sudah kami tentukan yakni Rendy. Kami tetap ikut kompetisi karena sejak awal dibentuk, Assyabaab Bangil punya tujuan menampung para pemain berpotensi,” beber Abubakar Assegaf, Pembina di Assyabaab Bangil.

Walaupun timnya tanpa sokongan dana dari APBD, Yik Bakar panggilannya menegaskan, itu tidak jadi soal. Sebab Assyabaab Bangil memiliki sponsor yang setia.

“Kekeluargaan pemain juga tetap dikedepankan. Karena ini level amatir, kami yakin mampu memberikan yang terbaik. Seperti di musim lalu, kami lolos hingga regional dan tersingkir bukan karena kalah, tetapi hanya selisih gol,” beber Yik Bakar.

Hal senada juga diungkapkan Suryono Pane, CEO Pasuruan United. Kata dia, Pasuruan United di musim ini punya target tinggi yakni lolos ke Liga Nusantara (Liga 3). Walau format dan jadwal belum keluar, Laskar Santri Mbeling (sebutan Pasuruan United) sangat optimistis bisa bersaing.

Kata Suryono, Pasuruan United juga sudah menunjuk manajer dan asisten pelatih. Mereka yang akan mengawal proses seleksi pemain yang akan digelar mulai pecan depan.

“Kami juga sudah ancang-ancang untuk mengontrak pelatih asing yang sudah sering melatih di sejumlah klub di Indonesia,” kata Suryono.

Siapa sosok pelatih asing tersebut? Suryono hanya tertawa saat dimintai bocoran. Dia hanya memberi kisi-kisi bahwa pelatih tersebut memang pelatih asing, namun sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia. “Tunggu saja kami akan buat kejutan,” beber Suryono.

Jajaran manajemen baru ini, lanjut Suryono, juga bakal totalitas mengawal dan mendampingi Pasuruan United untuk naik level ke Liga Nusantara.

“Home base Pasuruan United untuk tempat latihan juga istimewa karena kami memakai lapangan di Dawuhan Sengon yang venuenya kategori internasional,” beber Suryono.

Beralih ke Probolinggo, dua tim yakni Persipro 1954 dan Persikapro sudah memutuskan bakal absen di kompetisi musim 2025-2026.

Ketua Askot PSSI Probolinggo Eko Purwanto. Ia menegaskan, di musim ini Persipro 1954 bakal absen untuk mengikuti kompetisi Liga 4. Absennya tim Serigala Tengger bukan karena kurangnya semangat bertanding, melainkan keterbatasan anggaran operasional.

“Untuk anggaran Askot PSSI tahun ini memang tidak tersedia untuk bisa mengikuti Liga 4,” ujar Eko.

Meski demikian, Eko memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia bertekad agar tahun depan Kota Probolinggo kembali bisa berlaga di pentas Liga 4.

Kami akan mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke KONI Kota Probolinggo, menyesuaikan kebutuhan agar bisa tercover dan tim dapat kembali bertanding,” jelasnya.

Dari sisi teknis, Executive Committee (Exco) PSSI Probolinggo, Tri Oktavian menambahkan, secara prestasi, Persipro 54 cukup mumpuni berlaga di Liga 4.

Di tahun lalu saja, Persipro berhasil menembus 32 besar Liga Jatim 4 2024. Sayangnya pada babak kedua, Persipro 54 harus mengakui kekalahannya dari Banyuawangi Putra.

Tri berharap absennya Persipro musim ini tidak berdampak besar secara administratif. Namun, bila dua musim berturut-turut tidak ikut, risikonya mungkin akan cukup serius.

“Kalau sampai dua kali absen, Persipro bisa dicoret dari daftar voter. Artinya, tahun berikutnya harus mulai lagi dari nol, lewat jalur Piala Walikota,” jelasnya.

Meski gagal tampil di Liga 4 tahun ini, semangat pembinaan tetap menyala. Sekretaris 2 PSSI Probolinggo, Ananto memastikan bahwa program pembinaan usia muda tetap berjalan aktif.

“Penjaringan bibit pemain dan latihan kelompok umur tetap kami jalankan. Tujuannya agar regenerasi pemain tetap hidup, dan begitu siap, kita bisa turun lagi di musim depan dengan skuad yang lebih kuat,” tegasnya.

Begitu juga dengan Persikapro. Askab PSSI Probolinggo memastikan bahwa Persikapro tidak ambil bagian dalam gelaran Liga 4 tahun ini. Keputusan itu disampaikan langsung Sekretaris Askab PSSI Probolinggo, Erfan Yulianto, saat dikonfirmasi Radar Bromo, Jumat (31/10).

Menurut Erfan, keputusan untuk tidak ikut serta di kompetisi Liga 4 tahun ini bukan tanpa alasan. Salah satunya karena faktor persiapan dan agenda organisasi yang tengah padat menjelang kongres. “Liga 4 tahun ini kami tidak ikut. Karena tahun kemarin kan kami sudah ikut,” ujar Erfan.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa absennya Persikapro dari kompetisi tahun ini bukan berarti berhenti berpartisipasi dalam pembinaan sepak bola daerah. Keputusan ini lebih karena pertimbangan teknis dan internal organisasi.

“Kami juga nanti persiapan kongres dan kegiatan lain. Jadi memang diputuskan untuk tidak ikut dulu,” jelasnya.

Disinggung soal kemungkinan sanksi dari Asprov PSSI Jawa Timur akibat tidak mengikuti kompetisi, Erfan mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, biasanya sanksi yang diberikan masih bersifat ringan. 

“Kalau untuk sanksi, kayaknya saya belum tahu pasti. Tapi biasanya hanya berupa peringatan saja, karena ini baru satu kali tidak ikut,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu regulasi resmi terbaru dari Asprov PSSI Jatim terkait teknis pelaksanaan Liga 4 musim ini, termasuk jadwal pasti dimulainya kompetisi.

“Itupun masih menunggu regulasi terbaru dari Asprov. Karena Liga 4 ini rencananya masih diputar di akhir tahun ini, atau bisa-bisa di awal tahun 2026. Jadi, ya, mungkin agak mundur atau ditunda dulu,” ujarnya.

Erfan kembali menegaskan bahwa absennya Persikapro bukan karena faktor keuangan atau konflik internal. Melainkan murni karena fokus pada pembenahan organisasi dan kesiapan menghadapi agenda penting PSSI di tingkat daerah.

“Kami ingin nanti ketika ikut lagi, persiapan bisa lebih matang, terutama dari sisi tim dan administrasi. Jadi bukan karena masalah dana, tapi memang fokusnya kita lagi ke internal,” tuturnya.

Di sisi lain, Erfan juga memastikan bahwa Askab PSSI Probolinggo tetap aktif dalam kegiatan pembinaan pemain muda dan turnamen lokal.

“Kami tetap jalan kok untuk pembinaan usia dini dan persiapan event lokal. Hanya untuk Liga 4 saja yang sementara ini absen,” tambahnya. (gus/mu/fun)

Editor : Fandi Armanto
#pspk #persekap #Pasuruan United #liga 4 #persikapro #pssi #persipro 1954 #assyabaab bangil