GRATI, Radar Bromo-Rembang United dan Puspo FC layak diacungi jempol. Di sisa laga Piala Bupati Pasuruan Superleague ini, keduanya tetap menyajikan duel sengit saat berlaga di Lapangan A Yani Grati, Senin (15/9) sore.
Walau peluang keduanya untuk lolos ke babak 8 besar sudah tertutup, Rembang United dan Puspo FC tetap melakoni pertandingan sampai peluit panjang berbunyi.
Rembang United yang memiliki 4 poin, bermain menyerang sejak menit awal pertandingan. Begitupula dengan Puspo FC, yang enggan untuk mengalah bahkan mampu menciptakan sejumlah peluang. Beberapa kali Puspo FC sempat memberi ancaman.
Sementara Rembang United yang tampil impresif, selalu menggagalkan serangan Puspo Fc.
Hingga menjelang akhir babak pertama, Rembang United berhasil menggetarkan jala Puspo FC yang dijaga Ficki Dwi.
Gol itu tercipta di menit ke 37 melalui Fikri Wiguna. Pemain nomor punggung 11 itu membuat kiper Puspo Fc salah langkah.
Tendangan kerasnya yang dianggap keluar dari gawang, ternyata masuk tepat di kanan gawang Puspo FC.
Walaupun serangan Rembang United bertubi-tubi, skor di babak pertama tak berubah hingga wasit meniupkan peluit tanda jeda.
Puspo FC mencoba mengejar ketertinggalan di babak kedua. Beberapa kali tendangan pemain Puspo FC diselamatkan tiang gawang Rembang United.
Rembang United yang sudah bermain menyerang juga terus memberikan tekanan. Kedua tim saling jual beli serangan di babak kedua ini, juga sama-sama memberi tekanan. Sampai babak kedua berakhir sekor pun tidak berubah 1-0.
Seusai pertandingan, pelatih Rembang United Solichin menyampaikan, walaupun timnya dipastikan tidak lolos, dia tetap bangga.
Apalagi sejak awal pertandingan, timnya menurunkan pemain yang mayoritas komposisinya adalah warga lokal. Mereka juga bertanding dengan penuh semangat.
“Mental juga masih belum stabil. Pertandingan demi pertandingan, pemainnya mulai membaik performanya,” akunya.
Namun jika even ini kembali digelar tahun depan, pihaknya akan lebih meningkatkan lagi. Baik pemain maupun fisik yang kerap menjadi masalah. Termasuk merekrut pemain luar untuk memperkuat tim.
Sedangkan asisten pelatih Puspo FC Dowan Mahardani juga menyatakan hal yang sama. Dia sudah bangga dengan pemainnya walaupun tidak lolos ke babak 8 besar.
“Pemainnya sudah memberikan permainan yang membanggakan. Jika di tahun depan mengadakan lagi, kami akan lebih semangat lagi,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto