PANDAAN, Radar Bromo- Menjadi tuan rumah tak menjadi jaminan bisa menuai hasil potisif. Inilah yang terjadi di ajang Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025.
Seperti yang dialami Pandaan FC Minggu (7/9) sore. Walau berlaga di depan pendukungnya sendiri di Lapangan Plumbon, Pandaan FC atas lawannya, Pohjentrek FC dengan skor 0-1.
Praktis, posisi tim yang dilatih Yani Fatkhur Rohim ini melorot ke posisi empat di klasemen sementara Grup D. Tim ini belum pernah menang sekalipun.
Laga antara Pandaan FC dan Pohjentrek FC, berlangsung ketat. Sejak menit awal babak pertama, kedua tim bermain terbuka dan saling serang.
Pohjentrek unggul cepat setelah berhasil mencetak gol di menit ke-9. Prosesnya melalui tendangan bebas striker Tegar Ilhansyah. Tendangannya gagal dihalau penjaga gawang Pandaan FC Moch. Faisal Ismanto.
Tertinggal 1-0, Pandaan FC tancap gas meningkatkan tempo permainan dan gencar menyerang. Namun, sejumlah peluang tercipta gagal terkonvensi menjadi gol.
Begitu juga Pohjentrek FC yang justru tidak mengendorkan permainan, tetap berulangkali melakukan serangan.
Namun gagal menambah pundi gol, dan skor 0-1 bertahan hingga selesainya babak pertama.
Memasuki babak kedua, Pandaan FC sebagai tuan rumah tampil menyerang untuk menyamakan keadaan.
Ada beberapa peluang emas yang tercipta, namun tak satupun membuahkan gol hingga merubah skor.
Baca juga: Pohjentrek FC Libas Pasrepan Putra FC dengan Skor Tipis 2-1
Pohjentrek FC juga bermain terbuka dan gencar melakukan serangan pula. Beberapa peluang tercipta gagal menjadi gol.
Akhirnya skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu, bertahan hingga selesainya pertandingan babak kedua setelah wasit Budi asal Sukorejo meniup peluit panjang.
Dalam pertandingan Minggu sore, satu pemain Pohjentrek diganjar kartu kuning. Juga ada satu pemain lainnya diganjar kartu merah, karena akumulasi dua kartu kuning.
Termasuk pelatih Pohjentrek Nur Ega Prihantino diganjar wasit kartu kuning, karena seringkali melayangkan protes terhadap keputusan wasit.
Seusai pertandingan, pemain dan ofisial Pandaan FC terlihat kecewa. Kekalahan ini membuat posisi Pandaan FC turun satu peringkat, dari yang awalnya peringkat ketiga, turun menjadi peringkat 4.
"Hasil ini sangat mengecewakan bagi kami. Terutama dari kinerja wasit, kami sering dikerjain. Hal yang sama tetap terjadi," kata pelatih Pandaan FC M. Yani Fatkhur Rohim.
“Yani sapaan akrabnya lanjut menuturkan timnya sudah bermain bagus dan kerja keras. Hanya panik saja diawal pertandingan kena gol satu. Ditambah lagi atmosfer penonton," tuturnya.
Sementara itu, pelatih Pohjentrek Nur Ega Prihantino mengucapkan terimakasih kepada seluruh pemain, ofisial dan pendukung. "Alhamdulillah kami bisa menang, dapat tiga poin sesuai target," ucapnya singkat. (zal/fun)
Editor : Fandi Armanto