BANGIL, Radar Bromo - KONI Kabupaten Pasuruan tidak mau lagi sekadar jadi peserta di ajang olahraga tingkat provinsi.
Setelah prestasi di Porprov Jatim 2025 Malang Raya melorot, organisasi olahraga ini menyusun strategi baru.
Semua cabang olahraga tidak boleh tinggal nama. Semakin banyak cabor yang aktif, maka peluang untuk meraih prestasi dalam ketatnya persaingan kompetisi justru semakin terbuka.
Itulah yang mendasari pengajuan dana hibah sebesar Rp 16 miliar untuk tahun anggaran 2026.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Mamat Aryo Setiawan menekankan angka yang diajukan intinya agar Pasuruan bangkit.
Strateginya dengan mengisi lebih banyak cabor, agar perolehan medali bisa terdongkrak signifikan.
“Kalau mau prestasi meningkat, anggaran harus besar. Sarana-prasarana yang layak mutlak dibutuhkan atlet untuk berlatih,” kata Mamat.
Mamat beranggapan, angka Rp 16 miliar itu proyeksi realistis agar tahun depan target bisa tercapai.
Disamping, fokus pembinaan tidak hanya di cabor unggulan peraih medali emas, tapi juga perluasan puslatcab ke cabang lain.
Ia menyinggung pada perhelatan porprov lalu, dari 80 cabor yang dipertandingkan, Kabupaten Pasuruan hanya turun di 40 cabor.
“Ini harus berubah. Kalau ingin bersaing, semua cabor harus dimaksimalkan,” ujarnya.
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo merespons usulan itu secara serius. Menurutnya, pembinaan adalah kunci agar Pasuruan tidak tertinggal.
“Perolehan medali tidak boleh stagnan. Sarana dan prasarana atlet harus tersedia. Jangan ada cabor yang mandek hanya karena fasilitas tidak ada,” tegasnya.
Mas Rusdi-sapaannya- juga menantang KONI agar tidak sekadar menambah jumlah atlet, tapi memastikan mereka benar-benar siap tempur.
“Anggaran besar itu harus terukur. Semua cabor terisi, pembinaan serius, dan target medali tercapai,” tukasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin