Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atlet Disabilitas Tuli Asal Pasuruan Ini Bakal Bela Indonesia di Ajang Sea Deaf Games

Rizal Syatori • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18:00 WIB

 

MELANGKAH INTERNASIONAL: Yudhistira Fahmi Hidayat saat berlatih tenis meja di Jakarta untuk persiapan Sea Deaf Games
MELANGKAH INTERNASIONAL: Yudhistira Fahmi Hidayat saat berlatih tenis meja di Jakarta untuk persiapan Sea Deaf Games

PASURUAN, Radar Bromo-Atlet asal Kabupaten Pasuruan kembali berpotensi mengharumkan nama Indonesia.

Kali ini Muhammad Yudhistira Fahmi Hidayat, yang akan mengikuti ajang Sea Deaf Games kedua yang bakal digelar di Jakarta.

Ajang olahraga multicabang untuk kawan disabilitas khususnya tuna rungu ini, levelnya internasional.

Yudhistira Muhammad Yudhistira Fahmi Hidayat akan mengikuti olahraga tenis meja.

Yudhistira tidak ujuk-ujuk untuk bergabung. Tetapi arek asli Purwosari ini sudah melalui sejumlah tahapan.

Hingga dia terpilih bersama 74 atlet dari seluruh Indonesia yang akan mengikuti ajang ini. Bahkan hanya ada 4 atlet dari Jatim yang menjadi kontingen.

Ayah Yudhistira, Samsul menyebutkan, anaknya juga sudah bertolak ke Jakarta untuk mengikuti Sea Deaf Games. Jika tidak ada halangan, Yudhistira akan bertanding hari ini.

“Sampai saat ini masih pembagian jadwal. Untuk cabang tenis meja akan digelar di GOR Kemayoran,” beber Samsul.

Sebagai ayah, Samsul tentu bangga anaknya bisa menjadi wakil dari Indonesia. Dia juga optimistis, anaknya bisa menjadi juara.

Sebab, jauh sebelum ajang Sea Deaf Games, anaknya beberapa kali menjadi juara di sejumlah turnamen.

“Terakhir menjadi juara 1 juata antar klub. Sebelum berangkat ke Jakarta, Yudhistira juga berlatih,” beber Samsul.

Sebagaimana diketahui SEA (South East Asia) Deaf Games adalah ajang olahraga multi-cabang untuk atlet Tuli se-Asia Tenggara. Ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet tuli untuk berkompetisi  dan mempererat persaudaraan antarnegara tuli di Asia Tenggara.

Termasuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan hak serta kesempatan bagi komunitas tuli. 

Sea Deaf Games digelar tiap dua tahun sekali. Ada enam cabor di ajang ini yakni atletik, badminton, bowling, catur, futsal dan tenis meja.

Atlet tuli yang ikut berasal dari 11 negara ASEAN. Di Sea Deaf Games 2025, Indonesia menjadi tuan rumah dengan lokasi di Jakarta. (zal/fun)

Editor : Abdul Wahid
#SEA Deaf Games #tuli #disabilitas