Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cari Bibit Pemain Sepak Bola dari Liga Antar Kampung

Fandi Armanto • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 16:45 WIB
SEMANGAT: Laga antara tim Kelurahan Gadingrejo (kostum merah) melawan Kelurahan Pohjentrek di Stadion Untung Suropati, Jumat (15/8) sore.
SEMANGAT: Laga antara tim Kelurahan Gadingrejo (kostum merah) melawan Kelurahan Pohjentrek di Stadion Untung Suropati, Jumat (15/8) sore.

PASURUAN, Radar Bromo - Geliat sepak bola di Kota Pasuruan tak pernah surut. Ini terbukti saat Pemkot Pasuruan kembali menggelar Liga Antar Kampung (Tarkam) di tahun 2025.

Even tahunan yang saat ini memasuki musim kelimanya, tetap antusias diikuti para pemain sepak bola. Sebanyak 34 kelurahan yang ada di Kota Pasuruan, semuanya ikut ambil bagian.

Turnamen yang memperebutkan Piala Wali Kota Pasuruan tersebut, digelar tiga pekan. Setiap hari, ada dua laga yang digelar.

Meski bernama Tarkam, turnamen ini menjadi tolak ukur bagi sepak bola di Kota Pasuruan. Karena tak sedikit pemain yang berlaga di Liga 3 dan 4, berpartisipasi.

Asosiasi Kota (Askot) PSSI Pasuruan juga terbantu dengan turnamen ini. Sebab, banyak pemain muda yang mengikuti turnamen. Apalagi ajang ini digelar sebelum musim baru kompetisi sepak bola digelar.

“Turnamen ini menjadi ajang untuk mencari bibit pemain muda. Semua pemain menunggu turnamen ini tiap tahun,” beber Suhaimi, Ketua Askot PSSI Pasuruan.

Kata dia, turnamen ini selalu sukses setiap tahun karena menjadi wadah bagi pemain untuk berkembang. Tak sedikit, pemain-pemain muda yang muncul dan moncer, langsung dilirik oleh tim-tim di Liga 3 dan 4.

Sebut sama nama seperti Zanuar Ardani, Edy Wardan, Saifullah, yang di musim sebelumnya membela klub Persekabpas di Liga 3.

Ada pula nama-nama pemain seperti M Nurhaqiqi dan Mahdi Fatoni, pemain yang juga di musim 2024 membela klub Pasuruan United saat berlaga di Liga 4. Bahkan ada nama Samsul Arifin, eks timnas yang juga pernah membela Persela Lamongan di Liga 2.

Suhaimi meyakini, nama-nama pemain besar tentu bisa lahir dari Liga Tarkam. Apalagi dalam persyaratan tiap tim yang mengikuti turnamen ini, para pemain harus memiliki KTP asal Kota Pasuruan.

“Dari luar kota, tidak diperkenankan. Sehingga para pemandu bakat yang melihat tiap pertandingan, punya kisi-kisi untuk mengincar pemain,” beber Suhaimi.

Bagi Askot PSSI Pasuruan, turnamen ini juga pasti dimanfaatkan oleh Persekap. Tim yang akan bermain di Liga 4 musim baru nanti, jelas akan memanfaatkan pemain lokal. Sehingga tak sedikit pemain muda yang serius membela timnya saat mengikuti Liga Tarkam.

Seperti yang dilakukan M Nurhacqiqi. Pemain yang membela Kelurahan Sebani Kecamatan Gadingrejo ini, mengaku totalitas membela timnya.

“Karena musim baru belum dimulai. Ini jadi wadah untuk membuktikan,” beber pemain berposisi gelandang yang di Liga Tarkam pernah menjadi top skor tersebut.

Askot PSSI Pasuruan, tentu mendukung dan berterima kasih kepada Pemkot Pasuruan karena terus memperhatikan insan sepak bola. Bukan hanya sekadar dukungan dari pendanaan. Tapi juga suksesnya acara yang melibatkan banyak pihak. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#liga tarkam #piala wali kota #pssi