Hingga Agustus, beberapa cabor memang belum melakukan pengajuan. Sampai saat ini, baru 25 cabor yang telah menerima hibah.
Sekretaris Koni Kota Pasuruan, Bambang Tri Hascaryo menuturkan pihaknya tidAk bisa memaksa cabor untuk segera mencairkan.
Pencairan dilakukan usai cabor melakukan usulan melalui proposal. Propossl ini sebagai dasar KONI untuk mencairkan hibah pada cabor tersebut.
"Memang belum semua. Namun ini tidak masalah. Kami mencairkan sesuai dengan proposal yang disampaikan oleh cabor," katanya.
Bambang menjelaskan cabor yang sudah mencairkan diantaranya Futsal, Perbasi, Perkemi, KBI, IMI, Ferkusi, PSSI dan PTMSI. Lalu FPTI, FOPI, PGSI, FHI, PERGATSI dan FORKI. Kemudian, PASI, PEPSANI, GABSI dan POSSI. Pencairannya dilakuan dengan transfer.
Ia menekankan tidak ada batas waktu bagi cabor untuk mencairkan. Pihaknya akan mencairkan berdasarkan cabor yang mengusulkan. Bisa jadi 14 cabor lainnya memang masih dalam proses pengajuan.
"Ada 39 cabor di Kota Pasuruan. Bisa jadi cabor lainnya memang masih dalam proses untuk pembuatn proposal," tutur Bambang.
Pencairan dana hibah untuk KONI sempat molor dan membuat ketar-ketir atlet Porprov kota yang saat itu sedang bersiap berangkat menuju Malang raya. Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyarso pernah menyebutkan, besarnya dana hibah untuk KONI yakni Rp 2,8 miliar. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid