Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Peringkat Kontingen Pasuruan dan Probolinggo di Porprov IX Jatim 2025

Muhamad Busthomi • Minggu, 6 Juli 2025 | 17:00 WIB

  

ILUSTRASI
ILUSTRASI

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Tuntas sudah pelaksanaan pekan olahraga provinsi (Porprov) IX Jatim tahun. Pesta olahraga level regional yang digelar di Malang Raya itu ditutup Sabtu malam (5/7) dan Kota Surabaya kembali menjadi juara umum. Bagaimana dengan kontingen Probolinggo dan Pasuruan?

Berdasarkan perolehan medali hingga Sabtu pukul 19.00, dari empat wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo, hanya Kabupaten Probolinggo yang peringkatnya naik. Sementara Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan, turun. (lihat grafis)

Kabupaten Probolinggo di edisi Porprov VIII (Jombang, Mojokerto, Sidoarjo) tahun 2023 lalu, menduduki peringkat ke 25. Namun di Porprov IX tahun 2025, Kabupaten Probolinggo menempati peringkat ke-19. Naik enam peringkat.

Bahkan jika diruntut ke edisi porprov, peringkat Kabupaten Probolinggo selalu naik. Karena di Porprov VII (Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso), Kabupaten Probolinggo berada di peringkat ke-29.

Naiknya peringkat Kabupaten Probolinggo karena menjelang terakhir Porprov IX, dua cabor berhasil menambah medali.

Dua cabor itu adalah muaythai dan tinju. Muaythai berhasil menambah 8 medali dengan rincian 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Sementara tinju menambah 2 emas dan 1 perak.

Dua medali emas muaythai disabet dari nomor Muay Boran Putri yang dipersembahkan Najla Nur Salsabila dan Rini Renita.

Selain itu, Rini Renita juga meraih medali emas tambahan di kelas 43 kilogram putri. Hal ini menjadikannya dirinya salah satu atlet paling bersinar dalam tim muaythai Kabupaten Probolinggo.

Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tim muaythai.

Hasil dari Porprov Jatim IX ini menjadi cerminan kerja keras para atlet dan pelatih muaythai Kabupaten Probolinggo. Berhasil membawa nama Kabupaten Probolinggo ke kancah Provinsi Jawa Timur dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Pihaknya pun berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda agar menggeluti muaythai dan mengukir lebih banyak prestasi.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, Kabupaten Probolinggo berpotensi menjadi pusat muaythai unggulan di Jawa Timur.

“Ini pencapaian luar biasa. Semoga kedepan prestasi atlet terus meningkat dan proses regenerasi berjalan dengan baik,” ungkapnya

Sedangkan dua emas dari tinju diraih oleh Sharul di kelas Men’s Fly (48–51 kilogram) dan Dhiya Arasya Firmana di kelas Men’s Feather (54–57 kilogram).

Zainul Hasan mengatakan tingkat persaingan dalam cabor tinju Porprov terus meningkat setiap edisinya. Banyak daerah yang sebelumnya kurang diperhitungkan, kini menghadirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di level tinggi. Ini menjadikan setiap pertandingan semakin kompetitif dan menantang.

“Sebenarnya kami menargetkan 3 medali emas di cabor tinju. Walaupun demikian raihan 2 emas dan 1 perak ini sudah maksimal mengingat persaingan cukup ketat,” kata Zainul.

Hasil yang diraih akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh oleh KONI Kabupaten Probolinggo. Evaluasi tidak hanya berlaku bagi cabor yang belum berhasil meraih medali. 

“Tapi juga yang sudah menunjukkan prestasi akan kami kaji agar prestasi bisa ditingkatkan lagi,” bebernya.

Nasib berbeda dialami Kota Probolinggo, yang di Porprov IX harus meraih posisi ke-30. Padahal di edisi Porprov VIII, Kota Probolinggo berada di peringkat ke-23 dan di Porprov VII menghuni peringkat ke-24.

Turunnya peringkat juga dialami Kota dan Kabupaten Pasuruan. Untuk Kabupaten Pasuruan, berada di peringkat ke-8. Di dua edisi porprov sebelumnya, Kabupaten Pasuruan berada di peringkat keenam.

Meski begitu, Mamat Aryo Setiawan selaku Ketua KONI Kabupaten Pasuruan, tetap mengapreasi upaya keras atlet yang sudah berjuang habis-habisan.

Perjuangan bahkan sampai menjelang penutupan karena tiga cabor duel yakni muaythai, tinju dan silat, sama -sama menyumbang emas.

Tapi raihan itu tak mampu mempertahankan posisi Kabupaten Paasuruan. "Persaingannya memang cukup ketat. Tapi kami melihat hasilnya luar biasa dan membanggakan," katanya.

Turunnya peringkat juga dialami Kota Pasuruan yang sampai tadi malam, tak beranjak dari posisi ke 32 dengan raihan toral 6 emas, 6 perak dan 22 perunggu.

Turun tiga peringkat dari edisi Porprov VIII, bahkan jauh dari peringkat Porprov VII yang saat itu berada di peringkat ke-23. (ar/tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Porprov IX Jatim 2025 #koni kabupaten probolinggo