PASURUAN, Radar Bromo–Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim Tahun 2025 kini menjadi fokus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) masing-masing daerah.
Tidak hanya memantau latihan atlet cabang olahraga (cabor). Iming-iming reward mulai dijanjikan supaya atlet berpacu mendulang prestasi.
Jika melihat angka yang kini tengah diajukan, jumlahnya memang ada yang naik maupun stagnan.
Jumlah pasti reward memang belum diketahui karena baru sebatas pengajuan. Namun jika melihat usulannya, Kabupaten Pasuruan terbilang paling besar mengajukan reward. (lihat grafis)
Bukan hanya reward berupa uang. Kabupaten Pasuruan bahkan berani menyanggupi untuk memberikan beasiswa untuk atlet peraih medali.
Itu diungkapkan Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo Jumat (23/5), seusai pelantikan pengurus KONI di Auditorium Mpu Sindok, Gedung Kantor Bupati Pasuruan.
Bupati Pasuruan, M. Rusdi Sutejo, langsung “menekan” para pengurus KONI yang baru untuk bekerja keras. Porprov tahun ini, kata Bupati, adalah ujian sesungguhnya. “KONI harus bawa cabor lebih berprestasi,” tegasnya.
Kabar gembira pun ikut disampaikannya. Bupati berjanji akan menghitung ulang kebutuhan anggaran reward bagi para atlet berprestasi. “Kalau bisa ditingkatkan, akan ditambah. Insyaallah tahun ini naik,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemkab juga punya program beasiswa yang tak hanya menyasar masyarakat miskin.
Melainkan juga para atlet yang mengharumkan nama daerah. Jika pada Porprov lalu, ada 33 medali emas, Mas Rusdi berharap perolehan medali emas bisa bertambah.
“Beasiswa atlet ini lebih terukur, dapatkan medali di Porprov, dapat beasiswa khusus peraih medali emas,” bebernya. Bahkan, dia punya target tinggi. “Kalau bisa tahun ini dapat 40 medali emas,” tantangnya.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan yang baru dilantik, Mamat Aryo Setiawan, menyatakan siap menjalankan amanah. Ia tak lupa meminta dukungan dan bimbingan dari Ketua KONI Jatim. Soal target di Porprov, Mamat bersikap realistis namun tetap optimistis.
“Target paling tidak sama dengan Porprov sebelumnya, peringkat enam. Tapi kami upayakan bisa naik peringkat lima,” ujarnya.
Bagaimana soal reward? “Saya hanya pasang target prestasi, kalau reward kami ajukan ke Bupati,” kelakarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Jatim, Nabil, memberikan apresiasi atas komposisi pengurus KONI Kabupaten Pasuruan yang dinilainya efisien dengan 26 orang anggota. “Banyak senior berpengalaman, kalau banyak muda kesasar-kesasar,” selorohnya.
Namun, Nabil juga memberikan pesan penting. Pengurus KONI harus memikirkan penguatan dan peningkatan prestasi. “Harus punya tanggung jawab moral dan komitmen untuk memajukan olahraga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa KONI dan pengurusnya adalah “orangnya Bupati”. Maka tidak ada pilihan selain bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Bayangkan kalau jalan sendiri-sendiri, sama-sama kerja tapi tidak bekerja sama,” tandasnya.
Secara khusus, Nabil menyoroti cabang olahraga selam Kabupaten Pasuruan. “Harus pertahankan! Sangat berkepentingan terhadap prestasi Kabupaten Pasuruan, karena akan jadi atlet Jawa Timur untuk diikutkan PON sebagai atlet Jawa Timur,” pungkasnya.
Di Kota Pasuruan, KONI memastikan reward yang diberikan bagi atlet, besarannya diusulkan minimal sama dengan ajang porprov 2023 lalu.
Ini diungkapkan Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyarso. Katanya, reward atlet sama seperti sebelumnya, ada bonus yang diberikan pada atlet yang meraih medali.
Namun besaran tidak dinaikkan. Sebab ada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
KONI akan mengusulkan besaran bonus yang sama seperti tahun lalu. Peraih medali emas memperoleh bonus Rp 30 juta, medali perak mendapat bonus Rp 17,5 juta dan perunggu Rp 10 juta. Pemberiannya akan dilakukan tahun depan.
"Idealnya memang dinaikkan. Namun minimal akan diusulkan sama seperti tahun lalu. Baik emas, perak dan perunggu," katanya.
Gangsar menyebut selain reward, para atlet juga akan menerima sejumlah fasilitas selama mengikuti ajang Porprov IX yang akan digelar di Malang Raya.
Mereka akan mendapat uang saku masing masing Rp 50 ribu per hari, lalu uang makan Rp 100 ribu per hari per orang. Mereka juga diberi fasilitas penginapan.
"Di luar reward, ada uang saku yang diberikan bagi para atlet. Total yang didapat bisa berbrda tergantung lama cabor bermain," jelas Gangsar.
Beralih ke Probolinggo. Dengan keterbatasan anggaran hibah tahun 2025. KONI Kota dan Kabupaten Probolinggo, juga tetap mengalokasikan anggaran khusus untuk menghadapi event Porprov Jatim ke-IX di Malang Raya bulan depan.
Alokasi anggaran Porprov KONI Kota dan Kabupaten Probolinggo, berbeda. Begitu juga target perolehan medali kedua daerah tersebut berbeda.
KONI Kota Probolinggo dengan hibah dari pemkot tahun ini sebesar Rp 4 miliar, mengalokasikan anggaran untuk Porprov 2025 sebesar Rp 1,4 miliar.
Sedangkan KONI Kabupaten Probolinggo, siapkan anggaran Rp 1 miliar khusus untuk Porprov.
Begitu juga target perolehan medali untuk Porprov Jatim tahun ini, KONI Kota dan Kabupaten Probolinggo memiliki target berbeda.
KONI Kabupaten Probolinggo menargetkan 16 medali emas. Hanya naik dua medali dari perolehan kontingen pada ajang Porprov Jatim 2023. Namun, target itu sesuai potensial yang ada.
Seperti cabor arung jeram ditargetkan menyumbang 5 medali emas. Disusul cabor Muaythai dan berkuda dengan target masing-masing 3 emas.
Kemudian cabor tinju yang tahun lalu batal dipertandingkan, tahun ini pihaknya target 2 medali emas. Lalu dari cabor kick boxing dengan target satu emas, catur dengan target 1 emas, dan cabor wushu dengan target satu emas.
”Kalau Porprov sebelumnya, kontingen Kabupaten Probolinggo berhasil meraih 12 medali emas. Untuk Porprov IX, kami targetkan bisa membawa pulang 16 emas, minimal tetap sama. Namun, target ini sesuai potensial yang dimiliki atlet," kata ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan.
Zainul mengaku, seperti Porprov sebelumnya, pihaknya mengalokasikan anggaran khusus untuk menghadapi porprov.
Dari hibah yang diterima KONI sebesar Rp 4 miliar, pihaknya mengalokasikan Rp 1 miliar khusus untuk porprov. Mulai dari persiapan dari masing-masing cabor lebih matang, pemusatan latihan (training center) sejak Januari 2025, hingga pelaksanaan akan diperhatikan.
”Porprov jatim tahun ini, ada 38 cabor dengan 280 atlet dan 66 ofisial dari kontingen Kabupaten Probolinggo 66 ofisial,” terangnya.
Di Kota Probolinggo, KONI menargetkan meraih 40 medali emas. Meskipun, porprov sebelumnya Kota Prboolinggo hanya memperoleh 12 medali emas.
Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan mengatakan, target medali emas yang diraihinya, sangat bergantung pada 326 atlet dan official dari 32 cabor yang dikirim ke Porprov Jatim tahun ini.
Pihaknya menargetkan dengan peroleh 40 medali emas, dapat mengantarkan Kota Probolinggo di posisi rangking 15 besar.
“Porprov sebelumnya, Kota Probolinggo peringkat 23 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Tahun ini, kami berharap bisa masuk rangking 15 besar atu minimal 20 besar,” katanya. (tom/riz/mas/fun)
Editor : Abdul Wahid