KEDOPOK, Radar Bromo-Dua orang pendaftar calon ketua KONI Kota Probolinggo, dipastikan tak lolos. Mereka tidak dapat memenuhi persyaratan administrasinya.
Yakni, tidak dapat melengkapi minimal surat dukungan dari lima cabang olahraga (cabor).
Dua pendaftar itu adalah Henry Devryza serta Indi Eko Yanuarto. Hingga batas akhir perbaikan berkasnya Rabu (19/2) sore, Henry hanya memiliki dukungan dari satu cabor.
Sedangkan, Indi yang merupakan putra Mantan Wali Kota Probolinggo H.M. Buchori, tidak menyerahkan surat dukungan cabor sama sekali.
Ketua Tim Penjaringan dan Pemilihan Calon Ketua KONI Kota Probolinggo Suryono mengatakan, dua hari waktu perbaikan kelengkapan syarat pencalonan ketua KONI, sudah berakhir.
Hingga batas akhir tidak ada pengembalian atau perbaikan kelengkapan persyaratan dari Henry dan Indi.
“Jadi, mereka tidak memenuhi syarat atau tidak lolos sebagai calon,” katanya.
Sejauh ini, kata Suryono, ada dua peserta yang berkas persyaratannya secara prinsip sudah lengkap.
Yakni, Sugeng Nurfidarko dan Zulfikar Imawan. Sugeng menyerahkan surat dukungan dari 13 cabor dan Imawan menyerahkan surat dukungan dari 29 cabor.
“Kepastian calon yang lolos dan tidak lolos, sesuai tahapan, tanggal 21 Februari akan disampaikan penetapan nama-nama calon ketua umum KONI Kota Probolinggo masa bakti 2025-2029 yang lulus verifikasi,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Probolinggo, kata Suryono, tetap akan digelar sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Yaitu, Kamis (27/2).
Dalam Musorkot, akan dilakukan pemilihan calon ketua KONI Kota Probolinggo masa bakti 2025-2029.
“Setelah pentapan calon ketua KONI, tinggal menunggu pelaksanaan Musorkot-nya,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Muhammad Fahmi