BANGIL, Radar Bromo-Manajemen Persekabpas sedang harap-harap cemas. Dari dua laga home yang digelar di Stadion Dr R Soedrasono, dua-duanya dinilai terjadi pelanggaran.
Saat ini baru satu sanksi yang diterima dan manajemen masih menunggu keputusan dari komisi disiplin (Komdis) PSSI.
Sanksi yang diterima itu adalah denda sebesar Rp 5 juta. Sanksi itu diberikan Komdis saat Persekabpas menjamu PSGC Ciamis pada Minggu (9/2) lalu. Saat itu ada insiden pelemparan dari penonton.
Di laga home kedua saat Persekabpas menjamu Tornado FC pada Kamis (13/2) lalu, insiden kembali terjadi.
Saat itu laga sebenarnya telah usai. Namun ada segelintir penonton yang masuk ke lapangan. Nah, sanksi di laga inilah yang masih ditunggu.
Manajer Persekabpas Gaung Andaka menyebutkan, pihaknya berharap sanksi tidak berat. Sebab kericuhan terjadi seusai laga alias ketika pertandingan sudah berakhir.
“Hanya berlangsung lima menit dan situasi kembali kondusif,” beber Gaung.
Selama kericuhan terjadi, pengamanan internal juga sigap. Taka da aparat berseragam yang sampai masuk ke dalam lapangan.
Situasi juga berjalan normal setelah semua pihak mampu meredam.
Inipun menjadi evaluasi manajemen. “Mungkin kami akan menyiapkan koordinasi lebih ketat lagi. Misalnya di musim depan saat laga home, penonton harus memiliki kartu anggota. Ini untuk menyiasati agar penonton lebih tertib lagi,” beber Gaung.
Meski belum tahu kapan keputusan komdis untuk laga home kedua bakal turun, manajemen kini fokus menyiapkan tim. Sebab laga terakhir untuk away ke Ciamis, sudah di depan mata.
“Kami akan berangkat besok (hari ini, red) untuk persiapan lebih awal. Fokus kami saat ini bagaimana caranya meraih kemenangan di laga terakhir babak enam besar,” beber Gaung. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid