Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Olahraga MMA yang Kian Digandrungi Muda-Mudi di Pandaan Pasuruan, Sudah Ada yang Berprestasi di Eksibisi PON

Rizal Syatori • Sabtu, 4 Januari 2025 | 04:52 WIB

 

Sejumlah atlet remaja putri MMA di Pandaan saat berlatih, beberapa waktu lalu. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)
Sejumlah atlet remaja putri MMA di Pandaan saat berlatih, beberapa waktu lalu. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

Di tengah derasnya tren olahraga ekstrem di Indonesia, Mixed Martial Arts (MMA) semakin memikat hati kalangan muda, termasuk di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Fenomena ini berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan tak terkecuali bagi remaja dan pemuda yang tengah mencari tantangan baru.

RIZAL FAHMI SYATORI, Pandaan, Radar Bromo

Bertempat di Hawk Fight Academy di Lingkungan Kasri, Kelurahan Petungasri, Pandaan, belasan remaja—baik pria maupun wanita—tampak berlatih serius di matras. Latihan MMA yang digelar di sini sudah berlangsung dua bulan terakhir.

Meski terbilang baru, namun MMA ini mampu menyedot perhatian banyak kawula muda. Mulai pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.

"Ada sekitar belasan orang yang mengikuti latihan MMA ini secara rutin, meski kebanyakan masih pemula," ungkap Suryaning Tyas, seorang atlet MMA yang juga pelatih di akademi ini.

Tyas –panggilannya- menjelaskan, latihan di akademi asuhannya itu dilakukan empat kali dalam seminggu. Program latihan yang disusun mencakup penguatan fisik, teknik, dan sparring, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing atlet.

Menurut Tyas, MMA saat ini menjadi pilihan menarik kawula mudah. Sebab, olahraga ini menggabungkan berbagai teknik bela diri dunia, mulai dari Muay Thai, Jiu-Jitsu, gulat, hingga tinju.

"Bahkan, MMA ini untuk semua gender. Kami juga punya peserta perempuan yang ikut berlatih," terang perempuan yang baru-baru ini meraih medali emas pada eksibisi PON di Aceh dan Sumut itu.

Di akademi miliknya, sebagian besar peserta memiliki pengalaman dalam bela diri lain. Namun, ada pula peserta yang memulai latihan dari nol. Kesamaannya yaitu, semua yang berlatih di Hawk Fight Academy masih berada di kelas amatir.

"Kami semua masih amatir, meski saya sudah berkompetisi di level eksibisi PON. Untuk mencapai level profesional, butuh perjalanan panjang," tambahnya.

Latihan MMA di akademi ini sangat memperhatikan aspek keselamatan. Setiap atlet wajib menggunakan sarung tinju dan pelindung kepala saat sparring untuk mencegah cedera serius.

Atlet-atlet MMA berpose usai berlatih di Hawk Fight Academy di Lingkungan Kasri, Kelurahan Petungasri, Pandaan
Atlet-atlet MMA berpose usai berlatih di Hawk Fight Academy di Lingkungan Kasri, Kelurahan Petungasri, Pandaan

Menurut Tyas, ada perbedaan aturan mendasar antara pertandingan amatir dan profesional.

Untuk amatir, pertandingan terdiri dari tiga ronde, masing-masing berdurasi tiga menit. Selama bertanding, atlet dilarang menyerang bagian kepala atau punggung.

Sementara untuk profesional, pertandingan terdiri dari lima ronde. Tiap rondenya juga berdurasi tiga menit.

Di sini, peraturan pertandingan lebih longgar. Meskipun, tetap ada batasan. Seperti tidak boleh menyerang bagian kemaluan.

Untuk kelas pertandingan, juga ada perbedaan antara keduanya. Pada MMA amatir, kelas menyesuaikan dengan berat badan. Sedangkan di MMA profesional, berlaku kelas bebas.

Tyas menekankan, MMA adalah olahraga yang memacu adrenalin. Untuk menjadi atlet MMA, seseorang harus berani dan siap berlatih keras, baik fisik, teknik, maupun sparring.

“Kami sendiri akan memaksimalkan latihan rutin. Sekaligus sebagai persiapan mengikuti Kejurprov MMA pada pertengahan 2025,” ungkapnya.

Dua atlet MMA saat berlatih di Hawk Fight Academy di Lingkungan Kasri, Kelurahan Petungasri, Pandaan.
Dua atlet MMA saat berlatih di Hawk Fight Academy di Lingkungan Kasri, Kelurahan Petungasri, Pandaan.

Dengan persiapan matang, para atlet MMA di Pandaan berharap dapat menunjukkan kemampuan mereka di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) MMA pada 2025 mendatang.

Salah satu atlet muda, Novero, 16, mengungkapkan ketertarikannya terhadap MMA. Dia ikut karena suka olahraga ekstrem. Dan MMA baginya adalah pilihan yang tepat untuk menyalurkan energi serta menguji adrenalin.

Novero sendiri telah berlatih selama satu bulan. Dukungan penuh dari orang tuanya menurutnya, sangat berarti.

"Daripada terlibat tawuran atau perkelahian yang tidak jelas, lebih baik berlatih MMA untuk mencapai prestasi," terang pelajar SMK di Pandaan itu.

MMA kini telah menemukan tempat di hati pemuda Pandaan, yang berharap olahraga ini bukan hanya menjadi tren sesaat, melainkan jalan untuk menyalurkan semangat dan ambisi ke arah yang lebih positif. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #Pandaan #mma #pon #kick boxing