PASURUAN, Radar Bromo - Skuadra Persekabpas memastikan masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup B Liga Nusantara dengan total raihan sembilan poin.
Tambahan tiga poin diperoleh Laskar Sakera lantaran Persipani Paniai yang menjadi lawan mereka Jumat (20/12) sore, tak hadir di Gelora Samudera, Badung.
Selain ketambahan tiga poin, kemenangan WO juga menambah jumlah gol menjadi tiga. Sehingga total gol Persekabpas adalah sepuluh dan hanya kebobolan satu.
Persekabpas pun diuntungkan dengan kemenangan WO atas Persipani Paniai.
“Menang WO tanpa pertandingan ini, jadi kesempatan para pemain recovery lebih lama pasca bertanding melawan PSCS Cilacap Selasa kemarin (17/12),” tutur Masdra Nurriza, head coach Persekabpas.
Recovery itu tentu tak disia-siakan Masdrago, panggilan akrab Masdra Nurriza. Sebab, jarak laga berikutnya juga sangat dekat.
Setelah melawan Persipani Paniai, selanjutnya Persekabpas kembali bertanding di laga keempat Liga Nusantara melawan WBFC Waanal Brothers, Senin (23/12) pekan depan.
“Jadwal pertandingan dengan lawan-lawan berikutnya tetap, tidak berubah. On schedule,” bebernya.
Inipula yang membuat Persekabpas tak merubah jadwal latihan walau sore kemarin tak bertanding.
Nofi Atmaja CS tetap berlatih ringan. Minimal latihan fisik yang diselipkan game. Supaya kekompakan tim tetap terjaga.
Masdrago memang menitikberatkan kekompakan para pemain. Alasannya, kekompakan inilah yang menjadikan Persekabpas kuat di semua lini. Dengan latihan pula kebugaran pemain bisa terjaga.
Kebugaran juga menjadi faktor sebuah tim bisa konsisten di Liga Nusantara. Betapa tidak, semua tim harus bertanding tiap tiga hari sekali. Mau tak mau, fisik pemain pasti terkuras.
Namun sport science tetap diterapkan Masdrago yang salah satunya kebugaran fisik pemain bisa dijaga dengan latihan.
Kebugaran pula yang membuat Persekabpas harus tetap dipertahankan, supaya pemain tak rentan cedera. Sehingga hampir setiap pagi, arek-arek Persekabpas minimal latihan jogging.
Sejauh ini sudah ada satu pemain inti Persekabpas yang dipastikan tak bisa membela di sisa laga.
Dia adalah Ricko Hardiansyah, striker yang juga kapten The Lassak. Dia mengalami cedera berat di tangannya saat berlaga melawan PSCS Cilacap. Ricko pun sudah pulang ke Pasuruan lebih awal.
Namun Masdrago tak khawatir akan pengganti Ricko. Dia menyebut, Persekabpas memiliki banyak alternatif di ujung tombak.
Ada Patrich Wanggai yang di laga melawan PSCS Cilacap, membuat gol cantik. Selain itu ada beberapa pemain tengah yang bisa diplot sebagai tukang gedor.
Begitupula dengan kapten Persekabpas yang saat ini dipegang Nofi Atmaja. Dengan pengalamannya, Masdrago percaya, Nofi bisa menjadi memimpin arek-arek The Lassak.
Nofi bahkan ikut menjadi bagian top skor sementara Persekabpas. “Saat ini Nofi Atmaja dan Ali Mashori sudah mencetak dua gol. Kami berharap kombinasi pemain lainnya bisa tetap mencetak gol dan Persekabpas menang terus di sisa laga,” imbuh Irfan Junaidi, asisten pelatih Persekabpas.
Persekabpas masih akan melakoni sepuluh laga lagi di babak penyisihan. Sepuluh laga ini seluruhnya digelar di Pulau Dewata.
Hanya tim juara dan runner up yang berhak melaju ke babak selanjutnya. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid