PASURUAN, Radar Bromo-Selama ini atlet renang di Kota Pasuruan harus berlatih di kolam renang milik swasta.
Pasalnya, belum ada fasilitas olahraga untuk penunjang cabang olahraga (cabor) ini yang dimiliki Pemkot Pasuruan.
Kondisi ini memang tidak membuat pengembangan cabor renang terganggu. Namun diharapkan, ke depannya Pemkot memiliki fasilitas sendiri. Sehingga, tidak perlu menyewa milik swasta.
Seperti yang diungkapkan pelatih renang di Kota Pasuruan, Galau Irma Susanti. Katanya, pengembangan atlet renang fokus melakukan pembibitan ulang. Dengan mengembangkan atlet dari level junior.
Namun pembinaan atlet renang sendiri bukannya tanpa kendala. Di Kota Pasuruan belum memiliki tempat untuk berlatih karena tidak adanya kolam yang dimiliki pemda. Sehingga klub harus menyewa ke pihak swasta.
“Sayangnya belum ada kolam renang yang dikelola oleh pemkot. Sehingga kami harus menyewa pada swasta,” katanya.
Sejatinya, pernah ada wacana Pemkot Pasuruan hendak membangun kolam renang bertaraf nasional. Saat itu lokasinya berada di sisi utara GOR Untung Suropati. Tapi wacana itu sampai kini tak jelas.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari melalui Sekretaris, Budi Santoso menyebut, memang belum semua fasilitas olahraga sudah terpenuhi. Salah satunya cabor renang.
Kondisi ini membuat pembinaan atlet renang dilakukan dengan menyewa kolam renang milik swasta. Tentunya pihaknya berkeinginan agar ada fasilitas penunjang untuk cabor ini.
Namun kolam renang tentu tidak mudah karena butuh anggaran besar. “Anggarannya tidak kecil untuk membangun fasilitas kolam renang. Kalau dari APBD mungkin tidak bisa dalam waktu dekat,” terang Budi.
Sebenarnya Punya Banyak Bibit Atlet
DI sisi lain, potensi atlet renang di Kota Pasuruan sebenarnya baik. Bibit atlet junior terus bermunculan. Ini tidak lepas dari pembibitan yang dilakukan sejak dini oleh sejumlah klub renang.
Galau Irma Susanti pelatih renang di Kota Pasuruan mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, banyak atlet renang Kota Pasuruan yang hilang. Sebab mereka pindah domisili akibat kerja dan kuliah.
Karena itulah, pihaknya fokus melakukan pembibitan ulang. Dengan mengembangkan atlet dari level junior. Klub biaanya menjaring mereka yang berpotensi dari tingkat SD hingga SMA.
“Kami sedang membibit ulang. Karena banyak atlet yang akhirnya pindah menjadi atlet daerah lain sebab faktor pekerjaan dan sekolah,” kata Galau.
Di Kota Pasuruan, ada empat perkumpulan klub renang. Mereka adalah klub renang Timbul Swimming Club, klub Satria Dharma, klub Novasonic Aquatic Pasuruan, dan klub Avatar.
Di klubnya Timbul Swimming Club, ada tiga atlet renang pemula yang sudah berprestasi.
Diantaranya, Aliring Djati Wening, Naura Hasna Syakira dan Dwi Putri Afiqa Lestari.
Ketiganya akan diterjukan dalam kejurda open water swimming pada 15-16 Juni di Probolinggo.
“Alasannya mereka adalah atlet pemula dan kejuaraan ini memang menyasar atlet pemula,” jelas Galau.
Katanya, pembinaan atlet renang sendiri bukannya tanpa kendala. Di Kota Pasuruan belum memiliki tempat untuk berlatih karena tidak adanya kolam yang dimiliki pemda. Sehingga klub harus menyewa ke pihak swasta.
“Kami genjot dengan pelatihan setiap harinya. Sehingga bisa menelurkan atlet atlet berprestasi,” tutur Galau. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid