
Beratnya 120 ton. Tubuhnya lebih panjang dari lokomotif biasa. Dan ia baru saja menempati sebuah kawasan yang selama ini tertutup untuk publik. Ini bukan kereta biasa, CC300, loko yang belum diketahui banyak orang.
MUHAMAD BUSTHOMI, Bangil, Radar Bromo
DARI luar, kawasan itu tampak biasa saja. Rel-rel membentang lurus di sisi utara Stasiun Bangil. Tidak banyak orang lalu lalang. Sesekali hanya terdengar suara logam beradu dan langkah petugas yang memeriksa jalur.
Tapi begitu masuk lewat pagar yang selama ini tertutup untuk publik, pemandangannya berubah. Di salah satu jalur penyimpanan, sebuah lokomotif dengan warna merah gelap berdiri diam.
Tubuhnya jauh lebih panjang dari lokomotif yang biasa menarik kereta penumpang di lintas Jawa. Moncongnya menghadap barat. Catnya masih kelihatan baru.
Itu CC300 12 01. Sebuah lokomotif diesel hidrolik yang dimiliki Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Lokomotif itu kini jadi penghuni pertama gudang sarana Depo DJKA Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Kedatangannya bukan sekadar memarkir satu unit lokomotif. Depo Bangil, yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat perawatan dan pendukung infrastruktur jalur, sekarang mulai punya fungsi tambahan: pusat penyimpanan sarana negara.
“Ini merupakan salah satu langkah optimalisasi aset perkeretaapian negara. Depo Bangil tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung jalur, tetapi juga menjadi lokasi penyimpanan berbagai sarana strategis milik negara,” kata Denny Michels Adlan, kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA.



