Hasil seri tersebut membuat Laskar Santri Mbeling, wajib menang di laga terakhirnya jika ingin lolos ke babak 32 besar.
Di laga yang digelar pukul 15.15 tersebut, laga sejatinya berjalan seru. Kedua tim saling jual-beli serangan. Meskipun tidak ada gol yang tercipta di babak pertama,
Persikasi mencoba mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Mereka menguasai bola dengan baik dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya melalui tendangan bebas dan umpan silang.
Salah satu peluang terbaik Persikasi di babak pertama terjadi di menit ke-15 ketika tendangan bebas hampir mengarah ke gawang Pasuruan united.
Namun, kiper Pasuruan United Humaidi cukup sigap mengamankan bola agar tak bersarang di gawangnya.
Selama 45 menit pertama, Pasuruan United tetap menunjukkan disiplin dan kekompakan dalam bertahan.
Pertahanan mereka yang rapat membuat Persikasi kesulitan untuk menembus kotak penalti.
Beberapa kali pemain asuhan Irfan Junaidi melakukan tekel untuk menghentikan serangan Persikasi.
Begitu juga Pasuruan United yang sebenarnya cukup banyak membuat peluang lewat sayap kiri dan kanannya. Sayang peluang-peluang itu tak ada yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Mereka sesekali melancarkan serangan balik yang cepat dan berbahaya. Salah satu peluang terbaik Pasuruan United terjadi di menit ke-30 ketika tendangan yang tepat mengarah ke gawang Persikasi. Namun, bola masih terbaca kiper Persikasi.
Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor masih imbang 0-0. Kedua tim menunjukkan permainan yang impresif.
Setelah turun minum, Pasuruan United membuka skor terlebih dahulu di menit ke-50.
Arfanda memecah kebuntuan dengan menunjukkan ketenangannya mengeksekusi bola meski dikawal ketat tiga pemain belakang Persikasi.
Persikasi tak tinggal diam dan terus melancarkan serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Hasilnya, mereka berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-70 melalui tendangan sudut.
Humaidi tak mempu menepis heading pemain sehingga ja bergetar. Skor berubah 1-1. Skor ini bertahan hingga akhir pertandingan.
Headcoach Pasuruan United Irfan Junaidi mengakui tim yang dihadapi kali ini memang cukup tangguh.
Terbukti anak asuhnya sempat kewalahan melakoni babak pertama. Meskipun setelah jeda pertandingan, mereka bisa menembus pertahanan lawan. ”Secara mental dua tim sama-sama lagi bagus,” katanya.
Ia juga tetap angkat topi dengan spirit timnya yang dinilai cukup baik menjalankan taktik di lapangan. Hanya saja, Irfan memberi catatan tebal ketika posisi sudah leading. Unggul sementara membuat konsentrasi timnya terpecah.
”Padahal seharusnya mereka bisa tetap fokus sampai akhir,” katanya.
Atas hasil laga kedua, Pasuruan United harus rela turun ke peringkat kedua. Sebab di laga lainnya, Persipani Paniai berhasil menggasak PSAB Aceh Besar dengan skor 5-0.
Di bawah Pasuruan United ada Persikasi, yang masih memiliki dua pertandingan sisa.
Jelas posisi ini membuat Pasuruan United, mau tidak mau harus memenangi laga terakhir.
Laga ini juga tidak mudah lantaran lawannya adalah tuan rumah Persigar Garut yang rencananya digelar Selasa (7/5) mendatang. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid