BEJI, Radar Bromo-Pasuruan United langsung tampil melejit pada kiprah awal berlaga di pentas Liga 3 Jawa Timur.
Pasuruan United yang memiliki julukan Laskar Santri Mbeling ini berhasil mencetak sejarah di awal keikutsertaannya di Liga 3.
Pasuruan United berhasil lolos ke Zona Nasional usai tampil impresif di Liga 3 Jatim.
Sejarah Pasuruan United
Salah satu hasil kongres PSSI Jawa Timur pada 2022 lalu jadi sejarah dunia persepakbolaan Pasuruan.
Dalam kongres itu, disahkan perubahan nama tiga klub. Salah satunya, Afa Syailendra yang ganti nama jadi Pasuruan United.
Perubahan itu sejatinya sudah berlangsung sejak Mei 2022 lalu. Saat sebuah tim asal Malang, diakuisisi oleh pengusaha asal Beji, Kabupaten Pasuruan yang juga seorang pengacara kondang, Suryono Pane.
Afa Syailendra sendiri bukanlah tim baru. Tim asal Malang ini, dulunya bernama Persema 1953.
Pengakuisisian Afa Syailendra sendiri berlangsung tak mudah. Negoriasi butuh waktu sekitar tiga bulan.
Alotnya negosiasi itu, karena masalah harga. Hingga beberapa pertemuan, kesepakatan harga jual-beli pun disepakati.
Hanya saja, Pane enggan membeberkan berapa harga yang ia beli dari owner sebelumnya.
Diperkirakan, harga Afa Syailendra mencapai ratusan juta.
“Untuk berapa harganya, tidak bisa kami sebutkan. Tapi yang jelas, cukup mahal untuk kelas Liga 3,” beber lawyer yang juga jadi Ketua Ikatan Advocad Indonesia (IKADIN) Kabupaten Pasuruan ini.
Kini, Afa Syailendra telah diakuisi sepenuhnya oleh pengusaha asal Beji, Kabupaten Pasuruan, Suryono Pane.
“Kami mengambil nama Pasuruan United untuk menyatukan kekuatan sepak bola di Pasuruan Raya,” kata Presiden Club Pasuruan United Suryono Pane.
Menurut Pane, akuisisi itu didasari keinginannya dalam mengembangkan potensi sepak bola di Pasuruan Kota dan Kabupaten.
Dijelaskan Pane, Pasuruan merupakan gudang atlet pemain sepak bola. Banyak pemain sepak bola berbakat lahir di Pasuruan.
Namun, wadah untuk para atlet sepak bola itu masih minim.
“Niat kami untuk mengembangkan sepak bola di Kabupaten dan Kota Pasuruan. Agar para atlet sepak bola di Pasuruan bisa memiliki kesempatan karir lebih baik lagi,” harapnya.
Pane menuturkan, pengambil alihan klub Afa Syailendra berbeda dengan saat dirinya menangani PSPK Pasuruan.
Klub yang kini berganti Pasuruan United itu, resmi dibelinya dari pemilik klub asal Malang.
Berbeda dengan PSPK Pasuruan. Saat itu, ia membantu klub asal Kota Pasuruan tersebut agar tidak terkena sanksi, bila tidak mengikuti gelaran Liga 3 tahun 2021 lalu.
“Kalau Afa Syailendra ini, murni kami beli. Karena posisinya kami beli, maka sudah menjadi hak kami untuk tetap dengan nama tersebut atau mengubahnya,” imbuh lelaki yang berprofesi sebagai lawyer ini.
Langsung Moncer
Di musim perdananya mengikuti kompetisi, tim asuhan Irfan Junaidi itu juga tak bisa diremehkan.
Walaupun beberapa kali keluar dari lubang jarum saat lolos ke 16 besar setelah jadi juara ketiga terbaik.
Begitu juga ketika hanya berhasil menang sekali serta kalah dua kali di babak 8 besar.
Hasil itu cukup untuk membuat Pasuruan United tembus ke zona nasional Liga 3. Sebab, Jatim memiliki kuota enam tim untuk meloloskan diri ke zona nasional.
“Upaya kami untuk tembus ke zona nasional sudah bagus. Ini terbilang menjadi sejarah karena kompetisi yang baru pertama kali kami ikuti, hasilnya sudah begini,” beber CEO Pasuruan United Suryono Pane.
Langkah Laskar Santri Mbeling juga tak mudah. Apalagi di babak 8 besar lalu. Sang pelatih, Irfan Junaidi, harus kena skorsing karena dianggap melakukan intimadasi terhadap juru adil.
Eks pemain Persekabpas dan Persebaya itu, dilarang mendampingi tim hingga enam bulan dan denda yang nilainya belasan juta rupiah.
Tak hanya itu. Skuad Pasuruan United dipastikan tak bisa lagi diperkuat striker andalannya, Okto.
Pemain bernama asli Mahdi Fatoni ini, mengalami cedera tulang kering lantaran diinjak pemain NZR Sumbersari di laga perdana babak delapan besar.
Tanpa adanya Okto, permainan Pasuruan United menurun.
“Tentu saja ini mempengaruhi tim. Jelas untuk menghadapi zona nasional, kami harus rekrutmen pemain. Asprov PSSI sudah menetapkan, tiap tim maksimal boleh merekrut lima pemain,” beber Suryono Pane.
Pria yang berprofesi sebagai lawyer itu menyebutkan, kesempatan rekrutmen pemain tersebut akan dimanfaatkan betul.
Kini manajemen sudah mulai hunting pemain-pemain yang dibutuhkan.
“Kami butuh striker dan pemain untuk posisi nomor 9. Lini tengah kemungkinan juga ada dua dan satu pemain bertahan. Striker kemungkinan kami gaet pemain senior,” terang Suryono Pane.
Tak lolosnya Pasuruan United ke babak semifinal, diakuinya justru menguntungkannya.
Sebab, melakoni babak semifinal, pasti ada biaya yang harus dikeluarkan.
Apalagi, laga digelar di Bojonegoro. “Minimal biaya untuk sewa hotel dan konsumsi pemain selama di Bojonegoro,” bebernya.
Bagaimana dengan pelatih? Soal itu, Suryono Pane tak risau. Walau Irfan Junaidi disanksi enam bulan tak boleh mendampingi, itu tak jadi soal.
Menurut dia, Irfan hanya tak boleh mendampingi saat Pasuruan United berlaga. Tetapi ketika latihan, Irfan Junaidi masih bisa memberikan instruksi.
“Kami tak kepikiran untuk mencari pelatih baru. Bahkan kami berencana banding atas sanksi tersebut. Sekarang, sementara kami liburkan para pemain dahulu untuk menatap zona nasional,” beber Suryono Pane. (one/fun)
Editor : Muhammad Fahmi