Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Debut Manis Pesilat Cilik Kota Pasuruan di Ajang Kejurnas

Muhamad Busthomi • Sabtu, 30 Desember 2023 | 23:45 WIB
CIATTT: Ambyak dan Farah saat berlatih di Padepokan Djoglo Kramat, Jumat (29/12).
CIATTT: Ambyak dan Farah saat berlatih di Padepokan Djoglo Kramat, Jumat (29/12).

PASURUAN, Radar Bromo - Pesilat cilik ini sukses menunjukkan bakatnya dalam olahraga prestasi bela diri. Mereka membuat gebrakan luar biasa dalam kejuaraan nasional baru-baru ini.

Dalam debutnya, mereka berhasil mencuri perhatian dengan penampilan gemilang di atas tatami.

Mereka berhasil menunjukkan performa mengejutkan selama berlaga dalam Unesa National Pencak Silat Competition yang berlangsung di Surabaya 22-24 Desember lalu.

Mereka adalah M. Khoirul Ambiyak Zain yang meraih juara 1 di kelas solo kreatif praremaja putra; Nauval Aulia Arif juara 1 di kelas tanding praremaja putra.

Selanjutnya, ada Fakihah Nur Farah Hamidah juara 2 di kelas solo kreatif juara 3 di kelas tanding praremaja putri.

Menariknya, kompetisi yang diikuti kali ini sekaligus menjadi debut bagi sebagian pesilat cilik asal Pasuruan tersebut. Ambyak dan Nauval memang sudah sekitar enam tahun terakhir berlatih. Mereka juga beberapa kali mengikuti kejuaraan.

”Artinya sudah cukup punya jam terbang,” kata Muhammad Jaenuri, pelatih Padepokan Pagar Nusa Djoglo Kramat.

Sedangkan Nur Farah yang harus mengakui keunggulan atlet asal Magetan tercatat baru setahun mengikuti latihan. Namun, ia terbilang sudah cukup bagus. Apalagi di kelas solo kreatif. Jaenuri pun mengakuinya. ”Progres mereka cukup luar biasa,” bebernya.

Ia mengatakan, prestasi anak didiknya itu tidak lepas dari kedisiplinan mereka selama berlatih. Menurutnya, latihan digelar secara rutin setiap dua kali dalam sepekan.

Bahkan, setiap sebulan sekali, kata Jaenuri, anak didiknya terbiasa uji tanding dengan padepokan lain. Terutama yang sama-sama di bawah naungan Pagar Nusa.

Uji tanding semacam itu dinilai cukup penting untuk mengasah kemampuan mereka sebagai pesilat. Jaenuri juga berharap prestasi anak didiknya bisa lebih moncer.

”Dengan usianya saat ini, kesempatan mereka dalam olahraga prestasi masih sangat panjang. Tinggal memperbanyak jam terbang saja,” bebernya. (tom/mie)

Editor : Jawanto Arifin
#silat #kejurnas