PASURUAN, Radar Bromo - Sanksi yang dijatuhkan KONI Kota Pasuruan kepada cabang olahraga wushu ibarat pil pahit yang mau tak mau ditelan.
Meski begitu, keputusan tersebut dipastikan tak memengaruhi performa atlet-atlet wushu.
Alih-alih terpuruk dengan situasi saat ini. Mereka tetap getol memburu medali. Torehan prestasi baru-baru ini didapat ketika melakoni Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur.
Atlet Wushu Kota Pasuruan tampil cukup dominan dalam kejuaraan yang berlangsung di GOR Ken Arok Malang, 16-19 November lalu.
Ketua WI (Wushu Indonesia) Kota Pasuruan Bagus Nugroho mengaku cukup bangga dengan performa para atletnya.
Apalagi, enam dari tujuh atlet yang dikirim dalam Kejurprov mampu membawa pulang medali.
Capaian itu sekaligus menjadi bukti bahwa cabang olahraga wushu di kota santri ini masih bertaji.
”Sekalipun kami sebenarnya masih berat menerima sanksi. Tetapi, ini bukti dari atlet-atlet kami yang tetap concern ketika bicara olahraga prestasi,” beber Bagus.
Ia mengatakan, hasil Kejurprov tersebut tidak terlepas dari pembinaan atlet yang selama ini tetap berjalan.
Kolaborasi pelatih Frengky Sutejo, Samsuri, dan Yusuf dalam membentuk skill atlet cukup intens.
Meskipun cabang olahraga beladiri asal Tiongkok tersebut harus menerima sanksi. Selain tak mendapat suntikan dana hibah, cabor Wushu juga tidak akan diturunkan dalam Porprov Jatim tahun ini.
”Pembinaan selama ini tetap berjalan. Dan hasilnya terlihat dalam Kejurprov kemarin,” ungkap Bagus.
Adapun empat atlet yang sukses meraih medali emas antara lain, Rachmat Mauludin di nomor 65 kg, Muchammad Farhan Ramadhan di nomor 48 kg, Ferdi Rahmat di nomor 70 kg, dan Ilham Adi Putra di nomor 75 kg.
Sedangkan La Ode Muhamad Armin meraih medali perak di nomor 56 kg dan Muhamad Farel Putra meraih perunggu di nomor 60 kg.
”Kejurprov kemarin sekaligus menjadi ajang bagi atlet yang masih junior untuk menambah jam terbang dalam memproyeksikan mereka di ajang-ajang kejuaraan mendatang,” beber Bagus. (tom/mie)
Editor : Jawanto Arifin