LIGA 3 Jatim segera diputar. Beberapa waktu lalu, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim telah menggelar drawing. Bagaimana peluang tim-tim asal Pasuruan-Probolinggo?
Penantian panjang pecinta sepak bola di Jawa Timur segera terobati. Liga 3 Jatim bakal segera bergulir pada awal Desember mendatang.
Dari hasil drawing, tim-tim asal Pasuruan dan Probolinggo tersebar di 5 grup. Hanya 2 tim yang tergabung di 1 grup.
Persipro 54 Paling Siap
Dari enam tim asal Pasuruan dan Probolinggo, satu-satunya tim asal Probolinggo; Persipro 1954, musim ini jauh lebih siap mengarungi Liga.
Tim berjuluk Laskar Minak Jinggo ini memiliki masa persiapan yang cukup panjang. Saat jadwal Liga 3 belum ada kejelasan, tim sudah mulai dibentuk.
Proses seleksi pemain bahkan sudah dilakukan sejak akhir Juli lalu. Manajemen bergerak cepat membentuk kerangka tim usai kembali menunjuk mantan bomber Persipro di era Divisi Utama, Achmad Junaidi sebagai pelatih kepala.
Tak hanya itu, beberapa pemain senior juga direkrut. Dikombinasi dengan putra daerah, tim ini sudah berlatih beberapa bulan terakhir.
Selain latihan rutin di stadion, beberapa kali tim ini juga berlatih untuk menggenjot fisik. Mulai latihan bersama di pantai. Hingga latihan di Gunung Bentar.
Untuk mengecek hasil latihan, uji coba juga beberapa kali dilakoni. Mulai uji coba ke luar kota melawan klub-klub lokal, hingga pernah menjajal tim kontestan Liga 2 Gresik United. Terakhir, Lasminggo berhasil mengalahkan Assyabaab Bangil dengan skor mentereng 4-2 di Stadion Bayuangga.
Pelatih Persipro 54 Achmad Junaidi mengatakan, Persipro 54 memang punya keunggulan di putaran pertama Liga 3 Jatim. “Kami jadi tuan rumah. Itu harus dimanfaatkan,” kata pria yang pernah malang melintang memperkuat sejumlah klub besar tanah air, mulai PKT Bontang, Persebaya, Persekabpas, hingga Arema itu.
Soal calon lawan yang dihadapi, Junaidi menjelaskan semua memiliki kekuatan setara. “Saya kira, kalau di Liga 3 ini, semua sama. Kekuatan semua tim sama. Pemainnya sama-sama muda. Jadi, pasti sama-sama ngotot untuk menang,” terangnya.
Jun–sapaan akrabnya–pun optimistis timnya bisa melalui putaran pertama. “Kami tetap akan menggunakan formasi 4-3-3. Insyaallah kami bisa lolos,” katanya dengan nada penuh optimistis.
Dari uji coba terakhir melawan Assyabaab, Jun mengakui, masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan. Terutama performa pemain. Ia menilai, ada sejumlah pemain yang masih kaku. “Ini karena seminggu kemarin para pemain melakukan latihan berat,” katanya.
Meski begitu, Junaidi mengatakan, uji coba tersebut bukanlah yang terakhir. “Hari Sabtu ini (hari ini), kami ada uji coba di Banyuwangi. Kami akan melawan Banyuwangi Putra,” terangnya.
Skuad Persekabpas Belum Komplet
Selain Persipro 54, tim lain di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo yang jadi tuan rumah Liga 3 Jatim adalah Persekabpas. Hanya, persiapan Laskar Sakera di Liga 3 musim ini juga terbilang mepet.
Bahkan, Sakeramania–julukan suporter Persekabpas–juga sempat menggelar aksi ke kantor DPRD dan Bupati Pasuruan, beberapa waktu lalu. Mereka gemas karena melihat timnya “tidur panjang”.
Setelah aksi itu, manajemen bergerak cepat. Pelatih legend, Subangkit yang mengantar Persekabpas ke semifinal Liga Indonesia di era kejayaan Laskar Sakera, kembali ditunjuk menangani tim.
Subangkit pun dituntut gerak cepat (gercep). Meski diakui punya fondasi para pemain yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim lalu, namun ia juga sempat dibuat pusing karena rata-rata pemain bagus sudah dikontrak.
Jelang bergulirnya kompetisi, persoalan pemain masih menjadi dilema. Pelatih Persekabpas Pasuruan Subangkit mengaku, personel yang dimiliki memang masih terbatas. Saat ini, baru 21 pemain yang dimiliki. Padahal, target yang harus direkrutnya setidaknya 26 pemain.
Dari jumlah pemain yang ada saat ini pun, belum semuanya masuk kualifikasi. Karena hanya 17 pemain yang benar-benar sesuai harapannya. “Kebutuhan pemain, belum kami penuhi. Kami masih proses mencari,” kata Coach Bangkit, sapaannya.
Menurutnya, ada beberapa pemain yang dibutuhkan. Selain pemain belakang juga pemain berposisi kiper yang harus segera dimilikinya. Karena batas untuk pengumpulan skuad, setidaknya 28 November menjadi yang terakhir.
“Kami memang diburu waktu. Dengan waktu yang ada, kami akan memaksimalkan untuk mencari pemain yang dibutuhkan. Kalau memang tidak bisa, ya kami akan memanfaatkan pemain yang ada. Kami akui, ada keterlambatan dalam perekrutan pemain,” sampainya.
Persekabpas masih akan diperkuat pemain-pemain kawakan seperti M Faruq, Ricko Hardiansyah, Figo, dan beberapa jebolan Porprov.
PSPK Kembali, Langsung Derby
Laga derbi Pasuruan bakal tersaji di grup G. Tuan rumah Persekabpas bakal menghadapi saudara mudanya, PSPK Pasuruan.
Sempat setahun dikelola Universitas Muhammadiyah Jember, PSPK bakal kembali ke Pasuruan. Tim dengan jersey kebanggaan warna hijau-hitam tersebut, juga sudah terdaftar untuk mengikuti kompetisi Liga 3.
Lalu, siapa yang mengelola PSPK ? Saudara muda Persekap ini bakal dikelola kembali oleh pihak swasta. Tapi, kali ini pihak swasta tersebut ada di Pasuruan.
Tim bernama asli Persatuan Sepakbola Pasuruan Kota tersebut, sekarang dikelola Achmad Atokillah. Seorang pengusaha asal Desa Kebotohan, Kecamatan Kraton.
Atokillah bukan orang baru di sepak bola. Sebelumnya, dia adalah pengurus klub Suropati yang tergabung di Askab PSSI Pasuruan.
Bahkan, di kalangan gala desa Kabupaten Pasuruan, Atokillah kerap mengikutkan timnya di sejumlah pertandingan.
Kepada Jawa Pos Radar Bromo, pria yang basic-nya juragan toko bangunan dan transportasi ekspedisi ini mengaku, dia mendapat kehormatan untuk mengelola PSPK untuk berkompetisi di Liga 3.
Di tim PSPK, Atokillah menjadi manajernya. “Kami juga sudah memiliki 30 pemain yang sebagian adalah hasil seleksi dan sebagian lagi adalah pemain gala desa,” beber Atokillah.
Timnya juga menunjuk Mulyono sebagai pelatih. Termasuk beberapa ofisial yang terdiri atas pelatih fisik dan penjaga gawang.
“Beberapa pemain kami juga ada yang pernah membela tim di Liga 3. Seperti Mojokerto Putra, Madiun Putra, dan Persekap,” beber Atokillah.
Tim ini juga memiliki homebase di lapangan Kebotohan. Meski lapangan desa, jangan dikira tim ini tak serius. Sebab, lapangan milik Desa Kebotohan sudah standar untuk menggelar pertandingan. Bahkan, lapangan ini bisa menggelar pertandingan di malam hari karena sudah dilengkapi penerangan yang mumpuni.
“Lapangan Kebotohan ini kami pakai untuk latihan dan seleksi pemain. Sudah beberapa kali uji coba kami lakukan di lapangan ini,” beber Atokillah.
Hingga menjelang Liga 3 digelar, PSPK juga sudah mendaftarkan sebagian pemainnya. Atokillah menyebut, skuadra PSPK dihuni oleh pemain muda yang kelahirannya di atas 2006. Para pemain ini juga berlatih minimal 4 kali dalam sepekan.
Seberapa siapkah menghadapi Liga 3? Soal itu, Atokillah meyakini, di bawah pelatih Mulyono, PSPK sepenuhnya sudah siap mengarungi Liga 3.
Walau yang dihadapi nanti adalah tim Persekabpas dan Mitra Surabaya. Dua tim yang sudah kenyang pengalaman mengikuti kompetisi Liga 3.
“Modal kami adalah keinginan untuk ikut dan bisa membawa tim PSPK mencetak pemain andal. Selebihnya, Bismillah,” beber Atokillah.
PSPK pun beruntung karena di putaran pertama nanti, mereka tak perlu jauh-jauh untuk bertanding. Sebab, laga di grup 13 rencananya akan dihelat di Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil. Kandang Persekabpas.
Soal target, Atokillah yakin, Mulyono akan membawa PSPK tak hanya jadi underdog. Walau timnya dihuni para pemain gala desa, selama ini para punggawanya sudah sering bertanding melawan tim-tim besar.
“Bedanya, sekarang mengikuti kompetisi resmi. Bulan gala desa. Tapi kami siap walaupun yang akan kami hadapi tim besar seperti Persekabpas,” kata Atokillah.
Tantangan Pasuruan United
Mengandalkan pemain senior yang punya nama besar, juga jadi kekuatan Pasuruan United. Tim milik pengusaha yang juga lawyer kondang H Suryono Pane, ini bakal diperkuat mantan legenda Persekabpas, winger lincah Siswanto.
Suryono Pane bukanlah orang baru di dunia sepak bola. Ia pernah didapuk menjadi manajer Persekabpas. Ia juga pernah membawa PSPK melejit ke fase gugur Liga 3 Jatim terakhir, sebelum berhenti karena pandemi.
Suryono pun menyadari, untuk mengarungi Liga 3 Jatim butuh finansial yang kuat. Lantaran itu, pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk tim berjuluk Santri Mbeling mengarungi semusim kompetisi.
Namun, langkah Pasuruan United tak akan mudah. Sebab, mereka bakal berlaga di Jember. Di atas kertas tuan rumah Persid Jember memang sedikit diuntungkan.
Namun, sepak bola bukan hitung-hitungan di atas kertas. Namun, di atas lapangan. Selama bola itu bundar, segala hal masih bisa terjadi.
Diakui Suryono, sejauh ini timnya belum siap seratus persen. Perekrutan pemain masih baru 70 persen. Ia mencatat, ada sekitar 17 pemain yang resmi dikontrak.
Termasuk pemain PON Gorontalo untuk posisi striker dan gelandang. Sehingga, masih ada setidaknya lima pemain yang harus dicari.
“Kami membutuhkan setidaknya 23 pemain. Dari jumlah tersebut, baru 17 pemain yang terekrut,” ulasnya.
Beberapa posisi tengah diincar untuk menambal kekurangan yang ada. Selain striker yang masih dibutuhkannya, juga sayap serta gelandang serang. “Mudah-mudahan, dalam waktu dekat ini, semuanya bisa terpenuhi,” timpal dia.
Assyabaab Tak Keder Jadi Tamu
Status tamu juga dialami tim Assyabaab Bangil. Mereka bakal melawan tuan rumah PS Mojokerto Putra, Pamekasan FC (Simo Putra), dan Persenga Nganjuk. Semua laga digelar di Mojokerto.
Meski begitu, pelatih Assyabaab Kasianto tak keder. Ia juga tak ambil pusing dengan timnya yang juga baru seminggu terakhir terbentuk.
Mantan pelatih Persekabpas itu tetap optimistis timnya bisa lolos di putaran pertama. “Kalau skuadnya sudah lengkap, tapi kan belum ditentukan. Sementara jumlah pemain ada 20-an,” katanya.
Kasianto bahkan berani menarget keluar jadi juara grup. “Sebagai pelatih ya pastinya harus ada target. Kalau bisa ya lolos. Pemain kami termotivasi. Meski pemain kami tergolong baru dibentuk seminggu lalu, tapi kami pilih dari pemain-pemain andal yang memang sering berlatih di klub,” jelasnya.
Soal lawan yang wajib diwaspadai di fase grup, Kasianto mengaku pihaknya masih buta kekuatan lawan. Menurutnya, semua lawan wajib diwaspadai.
“Intinya, kami selalu memotivasi pemain dan terus berlatih,” jelasnya. (mg/one/fun/mie)
Hasil Drawing Tim asal Pasuruan-Probolinggo di Liga 3 Jatim
Grup A
Banyuwangi Putra
Suryanaga
Persekap Pasuruan
Malang United
Grup E
PS Mojokerto Putra
Assyabaab Bangil
Pamekasan FC (Simo Putra)
Persenga Nganjuk
Grup F
Persipro 1954
Mitra Bola Utama
Bajol Ijo FC
Singhasari FC
Grup G
Persekabpas Pasuruan
PSPK Pasuruan
Mitra Surabaya
Grup H
Persid Jember
Kresna Unesa
Pasuruan United
Perse Malang