Radar Bromo- Lionel Messi, striker Argentina dan tim Inter Miami berhasil menyabet gelar Ballon d’Or untuk ke delapan kalinya. Torehan itu kembali menimbulkan kontroversi.
Messi kian menasbihkan diri sebagai pemain sepak bola terbanyak pengoleksi gelar prestisius tersebut.
Messi jauh meninggalkan rival utamanya, Cristiano Ronaldo. Bintang asal Portugal yang kini memperkuat tim Al Nassr itu baru mengoleksi 8 gelar ballon d’or.
Penganugerahan ballon d’or itu digelar di Paris, Prancis. Messi menyabet gelar Ballon d’Or mengungguli striker Manchester City Erling Halland dan striker Paris Saint Germain, Kylian Mbappe.
Ballon d’Or Messi kedelapan itu, tak terlepas dari prestasinya sepanjang tahun lalu. Paling mencolok, tentu mantan bintang Barcelona itu berhasil membawa negaranya Argentina mengakhiri dahaga. Dengan memenangi Piala Dunia di Qatar.
Di media sosial, gelar Ballon d’Or kedelapan Lionel Messi tak luput jadi sorotan. Tak sedikit yang menilai, penganugerahan Ballon d’or tahun ini tak lepas dari kontroversi.
Sebab, meski berhasil mengantarkan Argentina sebagai juara dunia, di level klub, prestasi Lionel Messi sepanjang tahun lalu sejatinya tak terlalu istimewa. Messi memang berhasil membawa timnya tahun lalu Paris Saint Germain menjadi juara Ligue 1.
Namun, ia gagal mengantar tim kaya asal Prancis itu berbicara banyak di Liga Champions. PSG musim lalu kandas di 16 besar Liga Champions oleh raksasa Bundesliga, Bayern Munchen.
Padahal, PSG kala itu selain diperkuat Messi juga masih diperkuat Neymar dan Kylian Mbappe.
Statistik individu Lionel Messi di klub juga tak terlalu istimewa. Ia sepanjang musim lalu mencatat 37 gol dan 25 assist dalam 53 laga. Trofi yang didapatkan yakni Piala Dunia dan ligue 1 Prancis.
Secara statistik individu, bintang Manchester City Erling Halland jauh lebih bagus. Ia tercatat mencatat 53 gol dari 55 penampilan. Ia juga mencatatkan 9 assist.
Trofi Halland juga jauh lebih banyak. Ia berhasil mengantarkan timnya Manchester City meraih trebel winner. Dengan juara Liga Champions, Premier League Liga Inggris dan Piala FA.
Tak heran, penghargaan Lionel Messi kali ini membuat pundit terbelah. Ada yang menyebut Messi memang layak mendapatkannya usai mengantar Argentina juara dunia, tapi tak sedikit yang mempertanyakan juga.
"Saya selalu mengatakan Ballon d'Or harus dibagi ke dalam 2 kategori: satu untuk Messi, lalu satu lagi agar Haaland menang," kata pelatih Man City Pep Guardiola seperti dikutip BBC.
"Kami (City) memenangkan treble. Dia (Haaland) mencetak sejuta gol. Musim terburuk bagi Messi adalah yang terbaik bagi pemain lainnya. Secara realistis, saya ingin Haaland memilikinya (Ballon d'Or) karena dia membantu kami mencapai tujuan (treble). Tapi Messi memenangkan Piala Dunia," imbuh Pep yang juga pernah menangani Messi.
Messi sendiri mengakui, jika dia bukan satu-satunya pemain yang pantas mendapat Ballon d’or 2023. “Erling Halland dan Mbappe akan memenangkannya suatu hari nanti,” kata Messi seperti dikutip dari cuitan jurnalis Italia Fabrizio Romano.
Sejak diselenggarakan, gelaran Ballon d’Or memang tak luput dari sejumlah kontroversi. Berikut beberapa penghargaan Ballon d’or yang menuai kontroversi.
Ballon d’or 2010
Salah satu penganugerahan Ballon d’or yang paling banyak dibicarakan adalah tahun 2010. Gelar yang diraih Lionel Messi saat itu tak sedikit yang mempertanyakannya.
Saat itu Messi berhasil meraih Ballon d’or dengan mengungguli 2 rekan setimnya asal Spanyol di Barcelona. Yakni Andreas Iniesta dan Xavi Hernandes.
Messi saat itu berhasil mengantar Barcelona juara La Liga. Padahal saat itu, Iniesta dan Xavi berhasil mengantarkan timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia. Penampilan Messi di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan juga tak istimewa.
Messi bersama Argentina terempas di babak perempat final usai dibantai Jerman dengan skor mentereng, 0-4.
Selain Iniesta dan Xavi, juga ada nama lain yang disebut-sebut lebih layak mendapat gelar Ballon d’Or kala itu. Yakni bintang Inter Milan asal Belanda, Wesley Sneijder.
Bintang yang identik dengan nomor punggung 10 itu berhasil tampil impresif di level klub. Ia berhasil mengantarkan La Beneamata –julukan Inter Milan- meraih treble winner.
Di semifinal Liga Champions, Inter yang diarsiteki Mourinho kala itu berkhasil mengalahkan Barcelona yang diperkuat Messi, Iniesta dan Xavi.
Di Piala Dunia, Sneijder juga tampil trengginas. Ia berhasil mengantarkan timnas Belanda jadi runner up. Der Oranje –julukan Timnas Belanda- hanya kalah lewat perpanjangan waktu oleh Spanyol.
Namun, Sneijder bahkan tidak masuk 3 besar nominator Ballon d'Or tahun itu. Ballon d'Or 2010 digabungkan dengan penghargaan Pemain Terbaik FIFA. Oleh karenanya, penjurian diberikan kepada pelatih tim nasional, kapten tim nasional, dan jurnalis negara yang beafiliasi dengan FIFA.
Jika hanya merujuk pada jurnalis, Ballon d'Or 2010 layak diberikan kepada Wesley Sneijder. Pasalnya, dikutip dari MARCA, Sneijder mendapatkan vote terbanyak (293 vote), di atas Iniesta (226 poin), sedangkan Messi hanya ada di posisi 4 (175 poin).
Ballon d’Or 2013
Selain Ballon d’Or 2010, gelaran tahun 2013 juga tak luput dari kontroversi. Gelar yang didapat Cristiano Ronaldo kala itu, banyak yang mempertanyakannya.
Ronaldo kala itu berhasil mengungguli Lionel Messi dan Franck Riberry.
Kala itu, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, pemenang Ballon d’Or di abad 21 tidak memenangkan satu pun trofi bersama tim yang ia bela di tahun tersebut.
Ya, di tahun kalender 2013, Cristiano Ronaldo yang keluar sebagai pemenang FIFA Ballon d’Or tak memenangkan satu pun trofi bersama timnya.
Sementara Lionel Messi yang menempati runner-up hanya memenangkan 2 trofi. Itupun hanya La Liga dan Piala Super Spanyol.
Jika dilihat dari capaian trofi, maka Franck Ribery dinilai sosok yang paling pantas. Tak tanggung-tanggung, bersama Bayern Munchen, Ribery memenangkan 5 trofi.
Terdiri dari titel Bundesliga, DFB-Pokal, Liga Champions Eropa, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.
“Saya tidak sedih, tapi itu menyakiti hati. Jangan salah paham, saya bangga pernah ke sana. Saya merasa pantas mendapatkan gelar itu,” kata Franck Ribery dikutip dari The Mirror.
Selain itu, keputusan FiFA menambah deadline voting Ballon d'Or 2013 juga menimbulkan polemik. Seharusnya, batas akhir voting adalah 15 November 2013. FIFA lantas menambah waktu jadi 29 November.
Pada akhirnya, Ribery saat itu hanya mendapatkan 23,36 persen suara. Ia kalah dari Cristiano Ronaldo dengan 27,99 persen suara. Ribery juga ada di bawah Messi yang memiliki 24,72 persen suara. (*)
Editor : Muhammad Fahmi