Kejurnas Silat Nasional Championship Banyuwangi itu digelar pada 7-8 Maret. Pesertanya adalah pelajar dari seluruh Indonesia. Pendamping siswa, Muhammad Abu Amar mengatakan, dalam kejurnas itu sekolahnya membawa tujuh atlet pendekar. Mereka diikutkan di beberapa kelas. Mulai seni hingga tanding.
"Yang berhasil menyabet emas adalah seni ganda. Atletnya Kiki Ardiyansah dan Fathur Rozi. Mereka menang lawan kontingen dari Surabaya," ungkapnya.
Menurut Abu, persiapan kejuaraan hanya dilakukan 1 bulan. Mereka setiap hari dilatih setelah pulang sekolah. Tak ada bayangan juara sebenarnya. Tapi, kenyataan berkata lain. Dua atlet tersebut meraih medali emas.
”Tentu kami bersyukur,” tandasnya.
Ada juga yang berhasil meraih medali perak. Dia adalah Farid Annur Roziqin dalam seni tunggal tingkat SLTA serta M. Muslimin Umar Farouq dan M. Irham Alfarizi dalam seni ganda putra.
Ada juga dua peraih medali perunggu. Masing-masing Muflih Albar dalam tanding kelas E putra dan Ikrom Abidin dalam seni tunggal.
"Ini awal yang baik. Kami berencana ikut kejuaraan yang lebih tinggi," kata Aditya, pelatih. (sid/far) Editor : Ronald Fernando