Nama Subangkit sudah tak asing di telinga Sakeramania –julukan suporter Persekabpas-. Dia merupakan sosok di balik sukses Laskar Sakera –julukan Persekabpas- meraih kejayaan. Berkat tangan dinginnya, Persekabpas sempat jadi salah satu tim yang disegani di Liga Indonesia.
Pria kelahiran 29 November 1960 itu mengawali karir kepelatihannya di Persekabpas, sekitar tahun 2003 silam. Kala itu, Persekabpas masih bermain di kasta terbawah Liga Indonesia, Divisi 3.
Sentuhannya membuat Persekabpas yang awalnya nangkring di Divisi 3, berhasil merangkak ke Divisi 2. Bahkan, menjadi “kuda hitam” yang disegani. Sebab, mampu membawa Persekabpas naik ke level tertingi. Divisi Utama pada 2006 dan 2007 yang lalu. Hingga menembus semifinal kasta tertinggi tanah air. “Itu merupakan momen yang tak terlupakan,” kenang tactician asli Pandaan itu.
Berkat kemoncerannya itu pula, ia pernah didapuk menjadi pelatih kepala timnas junior sekitar tahun 2007. Bahkan, ia juga dipercaya untuk menjadi asisten pelatih timnas waktu itu.
Usai melejit bersama Persekabpas, Subangkit melanglang buana. Ia pernah melatih sejumlah klub besar di tanah air. Terakhir, jadi arsitek Gresik United pada 2021.
Comeback Subangkit di tanah kelahirannya sejatinya bermula sejak ia dipercaya membesut tim Kabupaten Pasuruan untuk Porprov tahun 2022 lalu. Ia berhasil membawa Kabupaten Pasuruan sebagai finalis.
Lebih Dekat dengan Keluarga
Kebangkitan Persekabpas merupakan penantian panjang bagi Sakeramania. Tiap musim, mimpi kembali berlaga di liga profesional selalu dipupuk. Sebagai living legend Persekabpas, Subangkit tentu berharap bisa mengulangi capaian prestasinya.
“Kami rasa semua pelatih memasang target tinggi. Begitu juga dengan saya. Agar Persekabpas bisa naik liga dua,” harapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo.
Subangkit mengaku, kembali melatih Persekabpas menjadi sesuatu yang spesial. Bukan sekadar materi yang ingin didapatkan. Tapi sebuah kebanggaan. Untuk bisa melihat tim yang pernah dinakhodainya itu, kembali ke jalurnya. Sebagai tim yang disegani di Indonesia.
Subangkit menyadari, untuk mencapai target itu, memang tak mudah. Namun, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. “Ini klub kebanggaan kita semua. Makanya, ada tanggung jawab besar dalam benak saya untuk bisa mengembalikan Persekabpas berjaya seperti sebelumnya,” tandas pelatih berlisensi A AFC tersebut.
Menurut Subangkit, ada beberapa pertimbangan dirinya mau menukangi Persekabpas. Salah satunya, dorongan dari Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang akhirnya mau untuk turun tangan membenahi Persekabpas.
Hal itu menjadi motivasi tersendiri baginya. “Ada komitmen dari Bupati Pasuruan untuk mau menangani Persekabpas. Ini yang akhirnya menjadi pelecut bagi saya untuk mau andil dalam tim ini,” sambung dia.
Apalagi, Kabupaten Pasuruan adalah rumah baginya. Dengan melatih Persekabpas, ia bisa dekat dengan keluarganya. “Bisa lebih dekat dengan keluarga, merupakan hal yang berharga bagi saya. Itu merupakan pertimbangan utama,” jelasnya. (one/mie)
Utak Atik Taktik Persekbpas-Persipro 54 Musim Ini
=======================
Datangnya pelatih baru membuat permainan Persekabpas dan Persipro 54 bakal berubah musim ini. Berikut analisis dari skema andalan 2 pelatih anyar.
Subangkit
-Tak terpaku pada satu gameplan.
-Formasi dan strategi biasanya menyesuaikan lawan yang dihadapi.
-Punya ciri, identik dengan dua striker untuk membongkar pertahanan lawan.
-Formasi andalan: 4-4-2, 4-3-1-2, 3-5-2
Ahmad Junaidi
-Sebagai mantan striker, Junaidi punya skema ofensif.
-Berpegang filosofi pertahanan terbaik menyerang.
-Skema serangan sayap jadi andalan, butuh sayap ofensif yang kuat fisik.
-Formasi andalan: 4-3-3, bisa bertransformasi jadi 2-3-5 bila 2 fullback ikut membantu serangan. Editor : Ronald Fernando