Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Di Balik Nama Figo Dennis Andalan Timnas U-16, Ada 2 Legenda Bola Dunia

Ronald Fernando • Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:10 WIB
DUKUNGAN KELUARGA: Figo Dennis bersama ayahnya, Ananto dan ibunya, Nova Sabtyarini sebelum final AFF U-16 digelar. (Dok. Pribadi)
DUKUNGAN KELUARGA: Figo Dennis bersama ayahnya, Ananto dan ibunya, Nova Sabtyarini sebelum final AFF U-16 digelar. (Dok. Pribadi)
MAYANGAN, Radar Bromo - Nama merupakan sebuah doa. Begitu juga nama Figo Dennis Saputrananto, yang diberikan orang tuanya, Ananto-Nova Sabtyarini. Sedari awal, sang orang tua memang memiliki harapan anaknya bisa menjadi pemain sepak bola profesional.

Karir Figo Dennis di lapangan hijau, diharapkan bisa menapaki dua pemain dunia yang menginspirasi namanya. Yakni, legenda Portugal, Luis Figo dan striker flamboyan Belanda, Dennis Bergkamp.

Ananto sang ayah menceritakan, keluarganya memang lekat dengan dunia si kulit bundar. Nah, saat putra keduanya terlahir pada 28 April 2006 lalu, dirinya pun memberikan nama sesuai doa dan harapannya. Yakni, ingin anaknya menjadi pemain bola profesional.

Kebetulan saat itu, Ananto lagi menggandrungi dua pemain top. Yakni, winger Portugal, mantan penggawa Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan, Luis Figo. Serta, striker asal Belanda yang pernah memperkuat Inter Milan dan Arsenal, Dennis Bergkamp.

Jadilah Figo Dennis untuk merepresentasikan dua sosok itu pada harapan sang ayah. ”Iya, nama Figo Dennis Saputrananto itu kami berikan dari pesepak bola. Karena nama adalah doa,” terang Ananto.

Ananto menerangkan, sejak kecil dirinya sangat mendukung dan melihat bakat sepak bola pada Figo. Untuk memaksimalkan dukungan itu, dirinya pun memilih sekolah yang bisa men-support prestasi Figo dalam bidang sepak bola.

Saat ini, Figo sekolah kelas II di SMA Taman Madya. Meskipun harus menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk sepak bola, Figo tetap tidak melupakan tugasnya sekolah.

Pihak sekolah juga selalu memberi support atas prestasi yang diraih Figo. Sehingga saat ada kesempatan pulang atau istirahat dari klubnya, Figo tetap menjalankan tugasnya masuk sekolah. ”Belum ada pikiran untuk pindah sekolah ke Jakarta atau lainnya. Insyaallah, tetap sampai lulus,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana soal bonus yang diterima Figo usai menjuarai piala AFF? Rencananya, bakal dimanfaatkan untuk apa? Saat ditanya itu, Ananto mengaku dirinya tidak pernah menayakan bonus itu pada putranya.

Sebab, baginya, itu merupakan rezeki putranya. Dirinya percayakan pada putranya untuk mengelola dan memanfaatkan bonus itu. ”Dapat hadiah juga dari Gilang Juragan 99, laptop dan peralatan sekolah lainnya,” paparnya. (mas/mie) Editor : Ronald Fernando
#timnas u-16