Sejak mengalahkan Vietnam di laga final pada 12 Agustus lalu, penggawa Timnas U-16 memang dapat waktu beberapa pekan untuk rehat. Namun, Figo dan beberapa pemain lainnya belum bisa langsung pulang.
Pada 17 Agustus lalu, Figo dan penggawa Timnas U-16 lainnya sempat bertemu Presiden. Malam harinya, skuadra Timnas U-16 juga diundang mengikuti acara di stasiun TV swasta bersama raja dangdut Rhoma Irama. Baru hari ini, dijadwalkan bisa kembali ke Probolinggo.
Ananto, ayah Figo Dennis saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo mengaku, ia banyak bersyukur atas juara piala AFF yang diraih timnas U-16. Rasa itu terasa lebih, karena salah satu pemain inti timnas U-16 ada nama putranya, Figo –sapaan akrab Figo Dennis. Apalagi, Figo yang mengenakan nomor punggung 7, termasuk starting eleven timnas U-16.
”Alhamdulillah, tidak berhenti saya bersyukur, Mas. Timnas U-16 bisa juara AFF dan ada Figo jadi salah satu pemainnya,” kata Ananto pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Figo diperkirakan bakal di Probolinggo selama satu hingga dua minggu ke depan. Keputusan Figo pulang kampung, setelah mendapat izin dari timnas untuk merayakan kemenangan di rumahnya masing-masing.
“Tapi, ada pesan yang ditekankan untuk tidak berlebihan merayakan kemenangan. Dan tidak berlama-lama dalam euforia,” ungkap Ananto.
Setelah istirahat di Probolinggo, dikatakan Ananto, putranya direncanakan bakal kembali ke Jakarta (Persija). Karena ada kompetesi EPA U-18 yang sudah mulai.
Sesuai arahan dari pelatih juga, semua pemain timnas U-16 kembali ke klub masing-masing lebih dulu. Sambil menunggu TC (pemusatan latihan) berikutnya. Namun, pelatih timnas U-16 menyarankan pemain timnas U-16 untuk tidak ikut putaran pertama EPA dulu. Hal itu untuk menjaga performa.
”Nanti kembali ke Persija. Kemudian, kembali mengikuti persiapan pra kualifikasi Piala Asia U-17. Pra kualifikasinya rencananya dimulai 1 Oktober. Cuma, belum tahu tempatnya di mana,” terang Ananto.
Ananto mengatakan, nantinya selama di Probolinggo, putranya tidak akan terlalu berlebihan merayakan kemenangan. Figo juga pasti akan menjalankan tugasnya sebagai siswa. Yakni, masuk sekolah.
Di luar waktu sekolah, akan tetap ada waktu untuk menjaga performa. Sebab, di timnas, tidak ada pemain di zona nyaman. Semua ada evaluasi dan sistem degradasi. ”Syukuri rayakan, setelah itu jangan berlebihan euforianya. Tetap jaga performa, jaga latihan,” ungkapnya. (mas/mie) Editor : Ronald Fernando