Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Liga 3 Jatim 2022, PSPK Dikelola Perguruan Tinggi

Ronald Fernando • Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:40 WIB
GANTI PENGELOLA: Para penggawa PSPK saat berlaga di Liga 3 Jatim musim lalu. Musim ini, PSPK bakal dikelola Universitas Muhammadiyah Jember. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
GANTI PENGELOLA: Para penggawa PSPK saat berlaga di Liga 3 Jatim musim lalu. Musim ini, PSPK bakal dikelola Universitas Muhammadiyah Jember. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PASURUAN, Radar Bromo-Nasib Persekap di Liga 3 Jatim musim ini belum jelas. Antara ikut atau absen. Sementara saudara mudanya, PSPK punya peluang lebih besar untuk mengarungi kompetisi musim ini.

Sebab, dari faktor finansial, PSPK lebih siap. Klub yang memiliki warna kebesaran hijau-hitam itu musim ini akan kembali dikelola pihak lain.

Kali ini, pemilik PSPK yang juga Ketua Askot PSSI Kota Pasuruan Suhaimi mempercayakan manajerial klub itu ke Universitas Muhammadiyah Jember. Kedua pihak telah menjalin perjanjian kerja sama selama satu musim kompetisi. Bila PSPK bisa naik kasta, klub tersebut bakal dikelola bersama.

Dengan begitu, seluruh urusan manajemen klub sepenuhnya ditangani perguruan tinggi tersebut. Bahkan, seleksi pemain yang saat ini sudah mulai bergulir. Ia berharap klub itu bisa punya kans lebih besar untuk menjuarai kompetisi Liga 3 yang sebentar lagi bergulir. “Ketika dikelola perguruan tinggi ini juga ada hikmahnya,” kata Suhaimi.

Sebab, pemain yang akan memperkuat klub itu bukan hanya punya ruang untuk mengembangkan skill-nya bermain sepak bola. Tetapi, juga punya ruang untuk tetap mengenyam pendidikan. “Mereka bisa sambil kuliah di sana. Bahkan, digratiskan untuk pemain. Tentu tidak semua, tetapi yang masuk di skuad,” jelasnya.

Melihat kondisi itu, Suhaimi jadi ingat ketika masa mudanya dulu. Ketika masih menjadi pemain sepak bola sembari kuliah di Universitas Putra Bangsa yang juga tanpa biaya alias gratis.

“Saya jadi ingat diri saya sendiri, dulu kuliah gratis karena sepak bola. Sekarang saya menjembatani pemain untuk kuliah juga karena sepak bola,” terangnya. (tom/mie) Editor : Ronald Fernando
#pspk #liga 3 jatim