Agenda itu digelar di sisi utara Alun-alun Probolinggo. Persisnya di area panggung patung Garuda. Selepas salat Tarawih, tampak sejumlah muda-mudi pecinta skate berdatangan.
Selanjutnya sekitar pukul 22.00, acara pun dimulai. “Ini ajang Enma Volume Lima. Jadi, enma itu kebalikan nama dari maen. Kami beri ajang para skater untuk bermain. Ini ajang yang kelima kalinya,” terang Ibat Rahman, salah satu panitia.
Menurut Ibat, acara itu digelar untuk bersenang-senang. Meski begitu, juga jadi ajang para skater unjuk aksi. Skater yang memiliki trik terbagus, diberi hadiah. “Ada 4 pemenang best trick,” terang Ibat.
Para skater yang ikut ambil bagian pun tak hanya dari Probolinggo. Skater dari Lumajang hingga Pasuruan ikut meramaikan.
Apa tak kesulitan bermain skate di malam hari? Untuk memudahkan para skater, di sekitar lokasi diberi penerangan lampu sorot. Para skater pun tak kesulitan bermain di area panggung patung Garuda.
Sebab, kawasan setempat juga kerap dijadikan main skate oleh para skater. “Mulai sebelum direnovasi, sampai usai direnovasi, sering main di sini,” terang Reza, skater senior asal Probolinggo.
Ibat menambahkan, ajang Enma itu digelar untuk menyambung silaturahmi. Antar sesama pecinta skate. Tak hanya asal Probolinggo, juga dengan daerah tetangga. Seperti Lumajang dan Pasuruan.
Komunitas skate di Probolinggo sendiri cukup aktif. Para skater kerap berlatih dan ikut sejumlah kejuaraan. Regenerasi pun juga berjalan. Seiring dengan banyaknya anggota muda. (eza/mie) Editor : Ronald Fernando