Bahkan rencananya Fran Edi dkk akan melakoni laga uji coba, untuk memperkuat mental pemain. Untuk sementara ini, tim yang dihadapi adalah klub internal PSSI. Uji coba juga digelar di sekitar Pasuruan saja.
“Alhamdulillah fisik para pemain sudah kembali. Anak-anak tetap semangat berlatih,” beber Sujito.
Pelatih gaek asli Kota Pasuruan tersebut menilai, para pemain seluruhnya menunggu babak 16 besar. Mereka ingin mengulang kisah sukses Persekap Jr yang pernah menjuarai Piala Soeratin tahun 2008.
Saat itu Persekap Jr dihuni pemain muda dan dilatih Asyari Cahyani. Beberapa pemain yang mengisi di antaranya Bayu Gatra, Angga Saputra, Fandi Eko Utomo dan lain sebagainya. Seiring waktu, nama-nama pemain tersebut juga mengisi skuad Persekap dan membawa tim berjuluk Laskar Suropati, naik ke Liga 2. Kini sebagian membela di tim Liga 1.
“Kami memiliki pemain muda yang sangat bersemangat. Seluruhnya asli Kota Pasuruan. Dan saat Piala Speratin digelar, kami memiliki waktu singkat untuk persiapan. Tapi berkat dukungan dari banyak pihak, terutama orang tua pemain, kami bisa lolos ke 16 Besar. Kebersamaan dan kekompakan pemain, menjadi modal penting bagi kami,” beber Sujito.
Soal rencana Askot PSSI Kota yang mengajukan tuan rumah lagi, tentu saja Sujito mendukung. Paling tidak, pemain tidak menghabiskan energi, jika berlaga di kota sendiri. Selain itu, para pemain bisa didukung keluarga.
Soal 16 Besar, Sujito mengakui, dia belum mendapat gambaran siapa calon lawan Persekap Jr. Karena saat ini, ada grup yang masih menyelesaikan babak penyisihan. Tapi menjadi tuan rumah atau tidak, timnya sudah siap.
“Hanya saja di laga awal babak 16 Besar nanti, kami tidak bisa menurunkan Ibat (Choirul Ibat) dan Ahlul Ahlul Syafarudin Said. Winger kanan dan bek kiri yang selalu jadi starter tersebut, kena akumulasi kartu,” beber Sujito.
Ini menjadi kerugian besar bagi Persekap Jr. Apalagi, Ibat saat ini menjadi top skor Persekap Jr dengan 4 golnya. Alhasil, Sujito harus mengatur ulang skema. Dia memanfaatkan latihan, untuk menyeleksi pemain, siapakah yang layak menjadi pengganti Ibat dan Ahlul. (fun) Editor : Jawanto Arifin